BPKH-SOLOPEDULI Gelar Sosialisasi Dan Bimtek Budidaya Hewan Ternak

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Mitra Kemaslahatannya, SOLOPEDULI, menggelar acara "Sosialisasi & Bimbingan Teknis Program Kemaslahatan Ruang Lingkup Ekonomi Umat Budidaya Ternak BPKH" yang dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat, 3-5 Juli 2024, di Hotel Solo Paragon.

Budidaya ternak BPKH ini telah digalakkan programnya melalui SOLOPEDULI sejak tahun 2023 hingga sekarang. Acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis ini bertujuan sebagai tindak lanjut serta memonitoring, mengevaluasi dan menambah pengetahuan pengelolaan ternak domba, kambing dan sapi yang sudah diberikan manfaatnya kepada kelompok ternak di Jawa Tengah.

Suksesnya acara ini ditandai dengan antusiasme peserta peternak binaan yang diundang oleh SOLOPEDULI. Ada sekitar 50 kelompok binaan yang hadir untuk mengikuti acara tersebut.

Peserta yang hadir adalah kelompok peternak binaan dari wilayah Kemaslahatan BPKH-SOLOPEDULI, yaitu wilayah Jawa Tengah, antara lain Blora, Grobogan, Pati, Rembang, Boyolali, Temanggung, dan Salatiga. Terdapat 33 kelompok peternak binaan BPKH-SOLOPEDULI, 13 kelompok peternak penugasan BPKH-SOLOPEDULI, 2 kelompok peternak binaan SOLOPEDULI, 1 kelompok peternak binaan BPKH-DT Peduli, dan 1 kelompok peternak binaan DT Peduli.

Tamu undangan yang hadir dalam acara ini antara lain Dr. (C) Sulistyowati, ME, WMI, CFP selaku Anggota Badan Pelaksana Kemaslahatan, SDM, dan Umum; Miftahudin selaku Plt. Deputi Kemaslahatan; Agung Sri Hendarsa selaku Kepala Divisi Registrasi dan Analisis Kemaslahatan BPKH; Sidik Anshori selaku Mitra Kemaslahatan Solopeduli; dan M. Aziz Asmarokondi selaku Mitra Kemaslahatan DT Peduli.

Di hari pertama, acara dibuka dengan sambutan dan arahan oleh Sulistyowati sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Budidaya Hewan Ternak BPKH ini.

“Program kemaslahatan ini tidak menggunakan dana haji, tetapi menggunakan dana abadi umat. Dana tersebut merupakan hasil investasi yang dikelola oleh BPKH agar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kemaslahatan umat,” ujar Sulistyowati dalam sambutannya.

Hari pertama acara diisi dengan Sosialisasi PKBP No. 8 Tahun 2023 & PBPKH No. 3 Tahun 2023 oleh Agung Sri Hendarsa; Sosialisasi Budidaya Ternak 1, Persiapan Budidaya Ternak oleh Prof. Dr. Agr. Ir. Muhammad Cahyadi, S.Pt., M.Biotech., IPM, Guru Besar Fakultas Peternakan UNS; dan di akhir sesi hari pertama acara diisi dengan Sharing Session Pelaksanaan Program Budidaya Ternak oleh Risqul F BPKH sebagai Praktisi Budidaya Ternak.

Di hari kedua, acara dibuka dengan Sosialisasi Budidaya Ternak 3 Dukungan Pemerintah untuk Program Budidaya Ternak dan Pemasaran oleh Ir. Agus Wariyanto, S.IP., M.M., Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

Agus sebagai Kadin menyampaikan materinya mengenai budidaya ternak dan pemasaran. Ia berharap bahwa pada tahun 2045, Indonesia diprediksi menjadi lumbung pangan. Agus sangat mengapresiasi acara ini karena memiliki tujuan sama dengan pemerintah yaitu mendukung pengembangan peternakan domba, kambing, dan sapi, sehingga mendukung terwujudnya lumbung pangan pada tahun 2045, tepat pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Setelah agenda pertama, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Budidaya Ternak 4 Sukses Integrated Farming oleh Mulyoko selaku peternak integrated farming; dilanjutkan Sosialisasi Asuransi Ternak oleh Lembaga Asuransi Ternak, ID.Pialang; lalu Rencana Strategis Pengembangan Budidaya Ternak oleh Muhammad Labib selaku Manajer Analisa dan Persetujuan Proposal Kemaslahatan; dan materi terakhir adalah Sosialisasi Budidaya Ternak Pengelolaan Ternak oleh K.A. Syafei sebagai Praktisi.

Usai materi acara dilanjutkan dengan diskusi dengan penerima manfaat. Di sesi malam hari kedua ditutup dengan diskusi dengan Hj. Sri Wulan, S.E, M.M, selaku Mitra Strategis BPKH.

Di hari terakhir, acara ditutup dengan pengarahan dan penutupan oleh Miftahudin, Plt. Deputi Kemaslahatan.

Miftahudin menuturkan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah jemaah haji terbanyak. Hal ini memunculkan harapan bahwa Indonesia juga bisa menjadi eksportir hewan qurban terbesar. Namun, masalah yang muncul adalah tingginya harga jual, sehingga tidak bisa bersaing dengan harga di pasar Arab.

Agenda yang dilaksanakan selama 3 hari ini sukses dilaksanakan. Antusiasme peserta ketika sesi diskusi dan tanya jawab menjadi kunci bahwa acara ini membawa pengetahuan yang akan diimplementasikan untuk mengelola hewan ternak yang telah disalurkan oleh BPKH-SOLOPEDULI.(snk)

dok.humas

dok.humas

dok.humas