Rumah Ludes Terbakar, SOLOPEDULI Salurkan Paket Keluarga Bahagia Untuk Warga Kartasura

Kebakaran menghanguskan rumah beserta seluruh harta benda milik keluarga Sri Wahyuni Widayati, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dalam musibah tersebut. Melihat kondisi itu, LAZ SOLOPEDULI melalui program Paket Keluarga Bahagia (PKB) menyalurkan bantuan kepada keluarga Sri Wahyuni Widayati pada Sabtu (19/9/2026).

Bantuan disalurkan langsung oleh tim Program SOLOPEDULI ke lokasi bekas rumah Sri Wahyuni Widayati yang kini sudah tidak dapat ditempati. Selain menyalurkan bantuan, tim juga melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan keluarga pascakebakaran.

Kebakaran terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB pada Rabu (16/09/2026). Api menghanguskan bangunan rumah hingga seluruh perlengkapan rumah tangga, pakaian, serta barang-barang milik keluarga. Sri Wahyuni Widayati mengatakan bahwa tidak ada barang yang dapat diselamatkan, kecuali pakaian yang sedang dikenakan saat kejadian.

Saat kebakaran terjadi, Sri Wahyuni sedang berada di luar rumah untuk menghadiri kegiatan melayat. Ia mengaku awalnya tidak percaya ketika diberi tahu warga bahwa rumahnya terbakar.

“Saya berangkat melayat. Pintu hanya saya tutup dan tidak saya kunci karena anak saya masih di luar. Saat pulang, rumah sudah dikerumuni warga. Tetangga memberi tahu bahwa rumah saya kebakaran. Awalnya saya tidak percaya. Saya kira yang terbakar adalah tumpukan barang bekas di belakang rumah. Setelah melihat asap dari arah rumah, saya langsung menangis histeris dan kemudian diamankan ke rumah tetangga,” ujar Sri Wahyuni.

dok.humas: Kondisi Rumah Ibu Sri Wahyuni Pasca Kebakaran

Menurut Sri Wahyuni, saat kejadian suaminya sedang berjualan angkringan di kampus. Ia mengatakan bahwa ketika meninggalkan rumah, tidak ada aktivitas memasak maupun orang yang berada di dalam rumah.

“Saya merasa tidak menyalakan kompor dan saat itu memang tidak ada orang di rumah. Bapak sedang berjualan angkringan di kampus. Biasanya berjualan dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Kemudian ada yang menyusul dan memberi tahu bahwa rumah kami kebakaran,” tuturnya.

Ketua RT setempat turut berada di lokasi saat kejadian dan membantu menangani kondisi setelah kebakaran. Ia mengatakan api sudah membesar ketika warga mengetahui kejadian tersebut.

“Ibunya datang, rumah sudah habis. Tinggal proses pendinginan. Warga juga langsung membantu menangani kondisi di lokasi,” ujar Ketua RT setempat.

Akibat kebakaran tersebut, keluarga Sri Wahyuni untuk sementara harus meninggalkan rumah dan tinggal di rumah milik saudaranya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menata kembali kehidupan mereka, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal dan hampir seluruh barang milik.

Sebelum musibah terjadi, Sri Wahyuni dan keluarga mengandalkan penghasilan dari berjualan angkringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, selama beberapa hari setelah kebakaran, ia harus menghentikan aktivitas berjualan untuk membersihkan akses menuju rumah yang tertutup akibat kebakaran.

“Saya tiga hari tidak berjualan karena harus merapikan dan membersihkan akses jalan yang tertutup. Saat ini yang tersisa hanya pakaian yang saya kenakan. Dari RT dan RW juga sudah memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, dan kebutuhan lainnya. Ada juga bantuan dari BNPB. Untuk kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah makanan dan kebutuhan pokok,” jelas Sri Wahyuni.

Menanggapi kondisi tersebut, SOLOPEDULI menyalurkan Paket Keluarga Bahagia berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga Sri Wahyuni. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga di tengah masa pemulihan setelah kehilangan rumah dan seluruh harta benda akibat kebakaran.

dok.humas: Kondisi Rumah Ibu Sri Wahyuni Pasca Kebakaran

Melalui asesmen dan penyaluran PKB tersebut, SOLOPEDULI berupaya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga Sri Wahyuni melewati masa sulit sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar untuk kembali bangkit setelah musibah.

SOLOPEDULI mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi keluarga yang tengah menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.(snk)