Krisis air bersih terus dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air ke sungai hingga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespons kondisi itu, LAZ SOLOPEDULI bersama LAZ Al Abidin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026) di Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, dan Dusun Sambirejo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi. Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar 276 keluarga yang terdampak kekeringan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan kepada 172 warga di Dusun Bendungan, sedangkan 8.000 liter air bersih disalurkan kepada 104 warga di Dusun Sambirejo.
Bagi warga, bantuan air bersih menjadi sangat berarti karena sumber air yang selama ini digunakan mulai mengering. Salah seorang warga Dusun Sambirejo mengatakan, kondisi kekeringan telah membuat aliran air dari Perusahaan Air Minum (PAM) tidak mengalir selama sekitar dua bulan. Warga pun harus mengambil air dari sumber yang berada cukup jauh atau membeli air untuk kebutuhan rumah tangga.
dok.humas: Tim Program Solopeduli Menyalurkan Langung Air Bersih ke Warga di Wonogiri
“Di sini memang sangat kesulitan air. PAM sudah sekitar dua bulan tidak mengalir. Ada sumber air di sungai, tetapi untuk mengambilnya kami harus menggunakan sepeda motor dan membawa galon. Saya bersama istri dan menantu sering mengambil air ke sana. Kalau tidak mengambil sendiri, kami harus membeli air. Padahal, air sangat penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Sumur-sumur di sini juga sudah kering. Anak-anak bahkan mandi di sungai yang masih memiliki sedikit sumber air. Kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih ini. Terima kasih kepada SOLOPEDULI dan semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan warga Dusun Bendungan. Seorang warga menyampaikan bahwa sumur dan sungai di sekitar permukiman telah mengering. Untuk mendapatkan air, warga harus mengambil dari sumber air di wilayah Duren dan mengantre bersama warga lainnya.
“Di sini kondisinya memang cukup parah. Sumur-sumur sudah kering dan sungai-sungai di sekitar juga mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami biasanya mengambil air dari daerah Duren. Kami mengambilnya dari sumber air di sungai dan harus mengantre. Air tersebut juga digunakan untuk memasak meskipun kualitasnya tidak terlalu baik. Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan air bersih ini. Terima kasih banyak kepada SOLOPEDULI dan semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya.
Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
dok.humas: Potret Warga Wonogiri yang Mengambil Air Bersih dari Tangi LAZ SOLOPEDULI dan Al-Abidin
SOLOPEDULI juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, LAZ Al Abidin, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyaluran bantuan air bersih. Kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak kekeringan dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah menitipkan kepeduliannya melalui SOLOPEDULI.(snk)