Wawa Anak Penderita Komplikasi Gizi Buruk Di Wonogiri Butuh Uluran Tangan Kita

Wawa Anak Penderita Komplikasi Gizi Buruk Di Wonogiri Butuh Uluran Tangan Kita

Komplikasi yang dideritanya yaitu Gizi buruk, Epilepsi, mokrosefal dan infeksi paru-paru

  • Rp 50.000.000Target
  • 40Hari Tersisa
  • Rp 706.276Terkumpul
Donasi Sekarang
Dipublikasi pada tanggal : 1 Mar 2021

"Bapak.... aku lapar"
"Bapak.... aku mau minum susu"
"Bapak.... aku pengen punya mainan"
"Bapak.... kapan aku sembuh"

Mungkin kalau Wawa bisa bicara dia akan bilang seperti itu, terlihat dari sorot matanya yang memancarkan belas kasihan yang mendalam.

Muatul Walidah (6th) bocah penderita komplikasi berat belum bisa di operasi lantaran berat badannya yang belum mencukupi. Komplikasi yang dideritanya yaitu Gizi buruk, Epilepsi, mokrosefal dan infeksi paru-paru

Wawa panggilan bocah penderita gizi buruk asal pelosok desa Nguntoronadi Wonogiri itu tinggal di sebuah rumah kecil milik tetangganya. Bangunan rumah yang terbuat dari papan itu sudah berlubang. begitu juga dengan genting rumahnya sudah bocor sana sini. Didalamnya, ada 5 orang lain selain Wawa. Sepasang lansia kakek neneknya yang sudah berusia sekitar 65 tahun lebih, Dwi Santoso (ayah), Inti (ibu) dan 2 kakak Wawa. Dengan penerangan secukupnya, rumah ini seperti berada didalam hutan karena sulit di jangkau.

Tubuhnya yang lemah membuat dia tidak bisa bermain selayaknya anak seusia dia. Pekerjaan orang tua Wawa berjualan gorengan, itupun kalau ada modal yang diputar.Kalau tidak ada modal mereka tidak bisa berjualan. Modal jualan sering habis dipakai untuk biaya pengobatan dik Wawa. Setiap hari makan seadanya, tergantung uang yang didapat. Kalau tidak ada uang bisanya memakan hasil alam di sekitar rumahnya. Kedua orang tuanya tidak memiliki uang untuk memberi makanan bergizi. "Jangankan makanan bergizi, ada yang bisa di makan saja sudah bersyukur," ucap ibundanya penuh lirih

Diakui Dwi Santoso bahwa mereka masih belum bisa memperkirakan total biaya yang harus disiapkan karena proses pengobatan yang masih panjang. Namun sebagai penjual gorengan yang saat ini nganggur karena tidak ada modal, dia mengaku cukup kesulitan terlebih kondisi dia yang juga terlilit hutang di rentenir sebesar Rp 4.000.000,- untuk biaya pengobatan.

Wawa terdaftar sebagai pasien BPJS Mandiri kelas 3. Selama ini Wawa harus minum obat 4 botol dalam 1 bulan, sedangkan BPJS hanya mengcover 2 botol saja selebihnya harus ditebus mandiri. Harga 1 botol obat Rp 120.000,- jadi untuk obat saja satu bulan butuh Rp 240.000,- belum lagi biaya operasional ke Rumah sakit. "Maret ini dia dijadwalkan untuk transfusi darah, semoga fisiknya mampu untuk perjalanan ke Solo. Saya sedih sebagai orang tua tidak mampu memberikan makan yang cukup untuk anak saya, sehingga tubuhnya lemah tak berdaya." ucap ayahnya dengan meneteskan air mata mencoba tegar tapi air mata tak bisa dibendung

"Semoga Allah hadirkan pertolonganNya melalui orang orang baik untuk kesembuhan putri kami", ucap Inti ibundanya Wawa mencoba tegar

Mari Sahabat peduli, bantu Wawa bisa segera operasi

Rekening transfer :
BSM.        : 704 444 1114
Muamalat  : 521 003 3456

A.n Yay. Solopeduli Ummat

Konfirmasi Donasi :
0857 2681 8000

Donasi Sekarang

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 50.788

  • 20 Juni 2021

Untuk wawa

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 50.337

  • 15 Juni 2021

Untuk Wawa

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 50.043

  • 06 Juni 2021

Untuk Wawa

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 50.107

  • 31 Mei 2021

Untuk Wawa

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 50.225

  • 24 Mei 2021

Untuk Wawa semoga segera diberi kesehatan oleh Allah. Aamiin

Ilyas D. Fathoni

  • Rp 52.115

  • 20 Mei 2021

Semoga Wawa segera diberi kesehatan kembali oleh Allah. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 100.889

  • 02 Maret 2021

Bismillah..Segera lekas sembuh dik Wawa. Semoga bisa jadi ladang amal buat ortu dik Wawa

Hamba Allah

  • Rp 200.887

  • 02 Maret 2021

Semangat ya dik Wawa...dan untuk bapak ibunya semoga tetap sabar dan ikhlas, in shaa Allah akan ada jalan terbaik, aamiin

Hamba Allah

  • Rp 100.885

  • 01 Maret 2021

Semoga wawa diberikan kesembuhan