Awal tahun sering kali identik dengan resolusi. Banyak orang menuliskan target karier, keuangan, atau pencapaian pribadi dengan penuh optimisme. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, dalam Islam, resolusi seharusnya tidak berhenti pada urusan dunia semata. Ada dimensi lain yang justru lebih penting, yakni bagaimana resolusi tersebut membawa seseorang menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah Swt.
Resolusi ala Muslim bukan tentang seberapa tinggi target yang ingin dicapai, melainkan seberapa lurus niat yang ditanamkan. Sebab, sehebat apa pun rencana yang disusun, tanpa niat yang benar, ia akan kehilangan makna. Rasulullah saw. menegaskan dalam hadis yang sangat masyhur:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi fondasi penting dalam setiap langkah hidup seorang Muslim. Resolusi bukan sekadar daftar keinginan, tetapi pernyataan niat untuk berubah menjadi lebih baik, tidak hanya di mata manusia, tetapi juga di hadapan Allah.
Sering kali, resolusi dibuat terlalu tinggi hingga sulit diwujudkan. Akhirnya, resolusi tersebut hanya bertahan beberapa minggu sebelum dilupakan. Islam justru mengajarkan keseimbangan dan konsistensi. Perubahan tidak harus besar, tetapi harus nyata dan berkelanjutan. Rasulullah saw. bersabda:
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Prinsip ini relevan dalam menyusun resolusi. Daripada menargetkan hal-hal besar yang sulit dijaga, resolusi kecil namun konsisten justru lebih bernilai. Misalnya, berkomitmen untuk melaksanakan salat tepat waktu, meski dimulai dari satu waktu salat yang paling sering terlewat. Atau menyisihkan sedekah secara rutin, meskipun jumlahnya tidak besar.
Salat tepat waktu merupakan salah satu resolusi paling mendasar dalam Islam. Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga penopang kehidupan seorang Muslim. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45:
“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Ayat ini menunjukkan bahwa salat yang dijaga dengan baik akan berpengaruh langsung pada perilaku dan akhlak seseorang. Maka, menjadikan salat sebagai resolusi utama bukanlah pilihan yang berlebihan, melainkan kebutuhan.
Selain salat, sedekah juga menjadi resolusi yang sering diremehkan karena dianggap harus menunggu kaya. Padahal, Islam tidak memandang sedekah dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan dan keberlanjutannya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah Swt. menjelaskan keutamaan orang yang bersedekah di jalan-Nya, bahkan melipatgandakan pahalanya berkali-kali lipat.
Resolusi ala Muslim sejatinya bukan tentang menjadi sempurna dalam waktu singkat, tetapi tentang kesungguhan untuk terus memperbaiki diri. Islam memahami bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun, Allah selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang mau kembali.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
Ayat ini menjadi penguat bahwa resolusi tidak selalu berjalan mulus. Akan ada hari ketika seseorang gagal menepati janjinya sendiri. Namun, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan alasan untuk bangkit dan memperbaiki niat.
Memasuki tahun baru, resolusi ala Muslim seharusnya mengarah pada satu tujuan besar: ridha Allah Swt. Target dunia boleh ada, tetapi target akhirat harus menjadi prioritas. Sebab, dunia hanyalah persinggahan, sementara akhirat adalah tujuan akhir.
Jika resolusi dunia tidak tercapai, hidup tetap berjalan. Namun, jika resolusi akhirat diabaikan, maka kerugian menjadi jauh lebih besar. Maka, awal tahun ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya pada diri sendiri, resolusi apa yang benar-benar ingin diperjuangkan, dan untuk siapa semua itu dilakukan?
Resolusi dalam Islam tidak selalu harus besar dan terlihat. Niat yang lurus dan amal yang konsisten justru memiliki nilai yang lebih bermakna. Di antara resolusi akhirat yang dapat ditanam sejak awal tahun adalah membiasakan berbagi, meski dengan jumlah sederhana. Ketika sedekah dilakukan secara rutin, ia menjadi pengingat bahwa rezeki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk menguatkan sesama. Mari sisihkan sedikit rezeki Anda untuk saudara kita yang membutuhkan melalui link: AYO SEDEKAH SUBUH