Dalam Islam, fidyah merupakan kewajiban bagi seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan dan tidak memungkinkan untuk menggantinya di hari lain. Namun, masih banyak umat Muslim yang merasa bingung terkait Perhitungan Fidyah—mulai dari siapa yang wajib membayar, berapa besarannya, hingga bagaimana cara menyalurkannya agar sesuai syariat.
Memahami Perhitungan Fidyah dengan benar sangat penting agar kewajiban ibadah dapat ditunaikan secara sah dan bernilai pahala. Berikut penjelasan lengkap mengenai Perhitungan Fidyah sesuai ketentuan Islam.
Perhitungan Fidyah Berdasarkan Ketentuan dalam Islam
Secara syariat, fidyah diwajibkan bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia renta, orang sakit menahun, atau kondisi tertentu yang membuat puasa tidak mungkin dilakukan dan tidak dapat diganti dengan qadha. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa fidyah dibayarkan dengan memberi makan orang miskin.
Perhitungan Fidyah dilakukan berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Untuk setiap satu hari puasa yang tidak dijalankan, fidyah yang harus dikeluarkan adalah memberi makan satu orang miskin. Bentuknya dapat berupa makanan siap saji atau nilai yang setara dengan makanan pokok sesuai standar daerah setempat.
Dengan memahami dasar syariat ini, umat Muslim dapat menjalankan fidyah dengan lebih tenang dan yakin bahwa ibadah yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan Islam.
Cara Melakukan Perhitungan Fidyah Sesuai Jumlah Hari Puasa
Cara melakukan Perhitungan Fidyah sebenarnya cukup sederhana. Langkah pertama adalah menghitung jumlah hari puasa Ramadan yang ditinggalkan. Misalnya, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari dan tidak mampu menggantinya, maka fidyah dibayarkan untuk 10 hari tersebut.
Setiap hari puasa yang ditinggalkan dikonversikan menjadi satu porsi makanan untuk satu orang miskin. Saat ini, banyak lembaga zakat dan filantropi yang telah menetapkan nominal fidyah per hari berdasarkan harga makanan layak konsumsi. Hal ini memudahkan masyarakat dalam melakukan Perhitungan Fidyah tanpa khawatir salah hitung.
Dengan metode ini, Perhitungan Fidyah menjadi lebih praktis, transparan, dan mudah diterapkan oleh siapa saja.
Perhitungan Fidyah agar Tepat Sasaran dan Bernilai Ibadah
Selain menghitung besaran fidyah, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan fidyah disalurkan kepada pihak yang berhak. Fidyah harus diberikan kepada fakir dan miskin agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Agar Perhitungan Fidyah bernilai ibadah dan tepat sasaran, umat Muslim dianjurkan menyalurkannya melalui lembaga yang amanah dan berpengalaman. Lembaga tersebut memiliki data penerima manfaat yang jelas serta mekanisme penyaluran yang sesuai dengan syariat Islam.
Dengan perhitungan yang tepat dan penyaluran yang benar, fidyah tidak hanya menggugurkan kewajiban puasa, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang membawa keberkahan bagi banyak orang.
Tunaikan Fidyah dengan Mudah dan Sesuai Syariat
Bagi kamu yang memiliki kewajiban fidyah dan ingin menunaikannya secara praktis, SOLOPEDULI menyediakan layanan pembayaran fidyah yang aman dan sesuai ketentuan Islam. Dengan Rp35.000 per hari, fidyahmu akan disalurkan kepada fakir dan miskin yang membutuhkan. Bayar hutang puasa fidyah sekarang melalui link berikut: AYO BAYAR FIDYAH