Berita Terbaru

SOLO - SMK Gratis SOLOPEDULI mengadakan training penguatan rohani di masjid Yusuf Ali Al Ghomidi di Kadipiro Solo. Kegiatan berlangsung selama 2 hari dari 4-5 Januari 2019. Kegiatan ini meliputi membaca al quran, hafalan surat Al Quran, menyetorkan hafalan dan training penguatan rohani. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SMK Gratis SOLOPEDULI.

 

Salah satu peserta training sekaligus ketua OSIS SMK Gratis SOLOPEDULI, Yusuf Sayfullah Al Khoir (17) menyampaikan rasa senangnya karena bisa ikut kegiatan tersebut. "Rasanya menyenangkan sekali, suasananya beda sekali dengan di asrama karena disana (tempat training) lebih kondusif untuk menghafal, rasanya ingin ikut lagi. kegiatan ini juga sebagai pelatihan penguatan iman dimana suasana terasa horor karena disamping masjid adalah kuburan, samping makam Bonoloyo,"  ungkap Yusuf kepada tim media SOLOPEDULI.

 

Salah satu guru SMK Gratis SOLOPEDULI, Sari menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai media untuk meningkatkan rohani dan hafalan siswa. "Siswa kelas 1 untuk bisa naik kelas 2 SMK harus bisa menghafal dan setor minimal 1 jus Al Quran, kelas 2 minimal harus hafal 2 jus dan kelas 3 minimal 3 jus Al Quran. Ini juga sarana agar siswa-siswa kami mempunyai hafalan yang kuat, disiplin dan bersungguh-sungguh dalam belajar dan mengejar cita-cita mereka. Kegiatan training ini merupakan kegiatan rutin tahunan," ungkap Sari kepada tim media SOLOPEDULI

 

SMK Gratis SOLOPEDULI merupakan sekolah yang didirikan SOLOPEDULI dari dana zakat, infak dan sedekah serta wakaf para donatur. SMK ini merupakan sekolah yang ditujukan bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga duafa dari seluruh Indonesia. Siswa-siswi di sekolah ini mendapatkan beasiswa penuh, mulai dari biaya pendidikan, biaya makan dan asrama gratis 100 %. Untuk bisa masuk ke sekolah ini syaratnya yakni berasal dari keluarga duafa dan berprestasi.

 

Direktur Program SOLOPEDULI, Harjito menyampaikan pihaknya sangat serius dalam memandirikan anak-anak dari keluarga duafa. "Tahun 2020 perdagangan bebas akan dibuka, salah satu kiprah kami sebagai lembaga sosial adalah menyiapkan anak-anak dari keluarga dhuafa agar mereka mampu bersaing dengan tenaga-tenaga dari luar negeri dan yang lebih utama mereka mampu menciptakan dunia kerja sendiri. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, maka siswa-siswi kami didik selama 3 tahun ini dengan keterampilan-keterampilan khusus dan entrepleneur," jelas Harjito kepada tim media SOLOPEDULI