Berita Terbaru

KARANGANYAR, SOLOPEDULI - Berdasarkan data dari BPBD ada 24 desa di 7 kabupaten yang mengalami kekeringan. Dari data tersebut akan menjadi titik bantuan dari SOLOPEDULI untuk penyaluran air bersih.

Salah satunya ialah kabupaten Karanganyar, yakni kampung Dukuh, Krendowahono, Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. SOLOPEDULI menyalurkan bantuan air bersih 17 ribu liter pada Selasa (31/8).

Warga sangat antusias menyambut kedatangan bantuan dengan membawa semua wadah yang mereka punya untuk diisi. Selain itu air juga disalurkan melalui penampungan besar yang nantinya akan disalurkan ke rumah warga .

Menurut data dari tim SOLOPEDULI yang berada di lokasi penyaluran ada 1 bak tandon besar 8000 liter yang menjadi penampungan air, namun kondisi sudah dua pekan terakhir ini rusak tidak dapat digunakan. Dengan adanya bantuan air bersih dari SOLOPEDULI, akhirnya tandon yang rusak dibenahi dan dapat difungsikan kembali untuk tandon.

"Sebelum tandon dibenahi untuk keperluan minum dan konsumsi, harapan kami hanya dari tandon tersebut padahal beberapa waktu ini sedang rusak dan kami kesulitan untuk mencari air bersih. Walupun sebenarnya sekitar kami ada sumur galian, tapi airnya tidak kayak untuk dikonsumsi. Airnya rasanya asin sehingga kami hanya bisa gunakan untuk keperluan mandi, mencuci dan keperluan lainnya selain untuk dikonsumsi", ujar Rohim salah satu warga.

Saat air dalam tandon habis, warga musti mengambil air bersih di desa sebelah yang jaraknya cukup jauh, tepatnya di Desa Grenjeng sekitar 2,5 KM dari desa tersebut. Dengan jarak tersebut, warga terlalu jauh ketika harus jalan kaki. Sedangkan tidak semua warga punya sepeda atau transportasi menuju kesana.

Sholie selaku koordinator amal menjalaskan selama ini warga yang tidak bisa ke Grenjeng untuk mengambil air, mereka harus beli untuk keperluan konsumsi sehari-harinya, sedangkan penghasilan mereka tidak seberapa untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Wahyudi Bayan desa setempat juga menyampaikam warga setempat pernah membuat Sumur Bor yang harapannya bisa lancar sumber airnya sehingga bisa memenuhi kebutuhan air mereka, namun ternyata air yang keluar disertai bau gas sehingga air tidak layak untuk dikonsumsi.

"Langkah warga untuk membuat Sumur Bor tidak berhasil. Selain ada gas yang keluar, juga ada api ketika dinyalakan dengan korek api" tambah Wahyudi.

Penyaluran air bersih di Karanganyar ini merupakan awalan dari program SOLOPEDULI dalam penanggulangan dimusim kemarau ini. SOLOPEDULI juga mengucapkan terimakasih kepada para donatur peduli yang telah mengamanahkan donasinya kepada kami. Bantuan telah kami salurkan kepada yang berhak, dan sampai saat ini kami masih membuka donasi untuk air bersih.

Yuk Sahabat, kita bersama-sama menghimpun pahala kebaikan yang tak terputus dengan cara berdonasi di program: BERSAMA KAMI, WUJUDKAN AIR BERSIH & AMAN UNTUK MASYARAKAT PEDALAMAN