SOLOPEDULI Salurkan Bantuan Darurat Untuk Penyintas Banjir Aceh Di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen

SOLOPEDULI kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana dengan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak banjir besar di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Bantuan ini disalurkan oleh tim relawan SIGAB SOLOPEDULI Aceh ke dua titik terdampak, yakni Desa Lapang Timu dan Desa Keude Lapang, dua wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir yang melanda Aceh pada 26 November 2025.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap: di Desa Lapang Timu pada 3 Desember 2025 dan di Desa Keude Lapang pada 4 Desember 2025. Banjir yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi selama satu pekan tersebut menggenangi 18 kabupaten/kota di Aceh dan menjadi salah satu banjir terbesar di akhir tahun. Di Gandapura, ketinggian air bahkan sempat melebihi dua meter, merusak rumah warga, fasilitas umum, serta memutus akses jalan dan jaringan komunikasi.

Penyaluran Bantuan Darurat

dok.humas

Dalam aksi tanggap cepat ini, relawan SOLOPEDULI menyalurkan paket bantuan sembako darurat berisi beras, mi instan, telur, dan roti kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat terbatasnya akses logistik. Di Desa Keude Lapang, tim juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang rumahnya berada tepat di tepi aliran sungai jembatan Pusong. Dua rumah di lokasi tersebut terpantau memiliki risiko tinggi terseret arus, namun masih bertahan meski mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

Tim relawan turut menemui keluarga pemilik rumah yang sedang bergantian membersihkan bangunan, mengingat orang tua mereka masih mengungsi di tempat yang lebih aman. Kondisi serupa ditemukan di Desa Lapang Timu, di mana banyak rumah terendam dan barang-barang hanyut terbawa banjir.

Salah satu penyintas, Muflihah, warga Desa Keede Lapang, menceritakan pengalaman pedihnya saat banjir menerjang.

“Rumah saya hampir hanyut. Air naik lebih dari dua meter hingga menyentuh ventilasi atas pintu dan seluruh barang-barang hanyut. Kami bahkan sudah tidak memiliki kasur untuk tidur. Terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur. Bantuan ini bukan hanya meringankan kebutuhan kami, tetapi juga menguatkan hati kami untuk tetap tegar. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan dibalas Allah dengan pahala berlipat,” ungkapnya haru.

Sebelumnya, perwakilan warga Desa Lapang Timu juga menyampaikan apresiasi serupa atas hadirnya bantuan SIGAB SOLOPEDULI di tengah kesulitan yang mereka hadapi.

Kendala Lapangan dan Kebutuhan Mendesak

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, tim SOLOPEDULI menghadapi sejumlah kendala, seperti sulitnya mendapatkan stok sembako di wilayah terdampak sehingga tim harus mencari pasokan ke luar daerah. Selain itu, akses jalan yang belum sepenuhnya aman dan terbatasnya jaringan komunikasi juga menjadi tantangan tersendiri.

Di sela penyaluran bantuan, tim relawan juga melakukan pendataan kebutuhan mendesak warga, antara lain tambahan sembako, selimut, pakaian layak pakai, lemari pakaian, kasur, air bersih, serta obat-obatan. Kondisi kesehatan anak-anak dan lansia cukup memprihatinkan, dengan gejala demam, gatal-gatal, dan diare mulai menyebar di beberapa titik.

Ajak Dermawan Menguatkan Solidaritas

SOLOPEDULI mengajak masyarakat dan para dermawan untuk terus memperkuat solidaritas dan membantu warga Aceh yang kini berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Donasi dapat disalurkan melalui kanal resmi SOLOPEDULI agar bantuan dapat segera diteruskan kepada para penyintas yang membutuhkan. Yuk donasi bersama!