Kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Dusun Wuluhgede dan Dusun Pringjowo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi. Merespons kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Abidin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Kamis (17/9/2026).
Tim SOLOPEDULI yang ke lapangan langsung yaitu Ivan, menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 8.000 liter air bersih diberikan untuk warga Dusun Wuluhgede yang terdiri dari 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa, sedangkan 7.000 liter disalurkan kepada warga Dusun Pringjowo yang terdiri dari 28 kepala keluarga atau sekitar 112 jiwa.
Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci di tengah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.
dok.humas: Potret Warga Mengambil Air Bersih Bantuan SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin
Salah seorang warga Dusun Pringjowo, Prehmini, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan telah dirasakan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan. Untuk mendapatkan air, warga harus mengambil dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
“Alhamdulillah, kami sangat senang mendapatkan bantuan air ini. Selama kemarau, kami harus mencari air di salah satu sumur yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dan membawanya dengan cara digendong. Terima kasih banyak kepada SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin. Semoga selalu sukses, lembaga pendidikannya semakin maju dan selalu diberi keberkahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Werdikinasih, warga Dusun Wuluhgede, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayahnya telah menghadapi kekeringan selama kurang lebih empat bulan. Ketika tidak ada bantuan air bersih, warga terpaksa mencari sumber air di kawasan hutan dengan jarak sekitar dua kilometer dari permukiman.
“Kalau tidak ada bantuan air bersih, kami mencari air di hutan. Di sana ada kubangan yang digunakan untuk mengambil air. Jaraknya sekitar dua kilometer dengan jalan yang naik turun. Ada yang berjalan kaki dan ada juga yang menggunakan sepeda motor,” tuturnya.
Menurut Werdikinasih, keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memengaruhi aktivitas pertanian warga. Para petani kesulitan menanam karena ketersediaan air yang terbatas sehingga turut berdampak pada penghasilan keluarga.
“Kekeringan sudah sekitar empat bulan. Yang paling berat untuk memasak, mencuci baju, dan mandi. Selain itu, petani juga kesulitan menanam karena kekurangan air. Kalau tidak bisa menanam, penghasilan kami juga ikut berkurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan satu tangki air bersih dapat memenuhi kebutuhan warga selama satu hingga dua hari, tergantung penggunaannya. Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan air.
“Terima kasih banyak karena air ini sangat membantu, khususnya bagi warga Wuluhgede. Semoga SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin dipermudah segala urusannya, rezekinya mengalir, dan selalu diberikan keberkahan. Aamiin,” ujarnya.
dok.humas: Antusiasme Warga Juwangi untuk Mengambil Air Bersih
Penyaluran air bersih ini menjadi salah satu ikhtiar SOLOPEDULI bersama mitra untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meringankan beban warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada LAZ Al Abidin dan seluruh pihak yang telah mendukung penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat Juwangi. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang menghadapi keterbatasan air dapat terbantu.
Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan bagi masyarakat penerima manfaat. Aamiin.(snk)