Tak Mampu Bayar Utang Sang Ayah, SOLOPEDULI Bantu Giwani Lunasi Rp9,7 Juta

Beban utang yang ditinggalkan orang tua dapat menjadi persoalan berat bagi keluarga, terlebih ketika kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk menyelesaikannya. Melalui program Zakat Peduli Gharimin, LAZ SOLOPEDULI hadir membantu meringankan beban tersebut dengan melunasi kewajiban almarhum Bapak Sarwono kepada KSPPS BMT Mitra Niaga sebesar Rp9.749.998.

Bantuan tersebut diberikan kepada Giwani, putri almarhum Bapak Sarwono, yang berdomisili di Jetis RT 005/RW 006, Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali pada Jumat (31/07/2026). Giwani merupakan lulusan SMK yang tengah berjuang melanjutkan kehidupannya secara mandiri setelah kepergian sang ayah.

Sebelumnya, almarhum Bapak Sarwono memiliki pembiayaan di KSPPS BMT Mitra Niaga yang digunakan sebagai modal usaha. Kewajiban angsuran tersebut pada awalnya berjalan lancar. Namun, setelah Bapak Sarwono meninggal dunia, kewajiban tersebut kemudian dilimpahkan kepada istri keduanya, Ibu Hanik Purwani.

Dalam prosesnya, keberadaan Ibu Hanik Purwani tidak lagi diketahui. Pihak KSPPS BMT Mitra Niaga telah melakukan pencarian dan penelusuran, termasuk mendatangi rumah serta tempat usaha yang sebelumnya digunakan almarhum Bapak Sarwono. Dalam penelusuran tersebut, tim BMT kemudian bertemu dengan Giwani.

Setelah mengetahui adanya kewajiban utang yang ditinggalkan sang ayah, Giwani menghadapi persoalan yang tidak mudah. Di tengah keterbatasan ekonomi dan harus membangun kehidupannya sendiri, ia tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Terima kasih kepada SOLOPEDULI dan para donatur yang sudah membantu menyelesaikan kewajiban almarhum bapak saya. Sebelumnya, saya merasa bingung dan khawatir karena tidak memiliki kemampuan untuk melunasi utang tersebut. Alhamdulillah, dengan bantuan ini beban saya menjadi lebih ringan dan saya bisa melanjutkan kehidupan tanpa memikirkan kewajiban tersebut lagi,” ujar Giwani.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian LAZ SOLOPEDULI. Melalui program Zakat Peduli Gharimin, SOLOPEDULI melakukan identifikasi, asesmen, dan verifikasi terhadap kondisi calon penerima manfaat sebelum menyalurkan dana zakat untuk membantu menyelesaikan kewajiban almarhum Bapak Sarwono.

Chief Program Officer SOLOPEDULI, Megawati Nurjanah, mengatakan bahwa program Peduli Gharimin merupakan salah satu bentuk upaya SOLOPEDULI menghadirkan zakat sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi mustahik.

“Melalui program Peduli Gharimin, kami ingin memastikan zakat dapat hadir sebagai solusi atas persoalan yang benar-benar dihadapi mustahik. Setelah melalui proses asesmen dan verifikasi, kami melihat bahwa kewajiban yang ditinggalkan almarhum menjadi beban yang tidak mampu diselesaikan oleh penerima manfaat. Karena itu, dana zakat disalurkan untuk membantu melunasi kewajiban tersebut. Harapannya, bantuan ini tidak hanya menyelesaikan utang, tetapi juga memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk melanjutkan kehidupannya dengan lebih tenang,” jelas Megawati.

Sebesar Rp9.749.998 dana zakat disalurkan untuk pelunasan kewajiban kepada KSPPS BMT Mitra Niaga. Dengan penyelesaian kewajiban tersebut, Giwani terbantu dari beban utang yang berada di luar kemampuan ekonominya.

Program Peduli Gharimin merupakan bentuk penyaluran zakat kepada gharimin, yaitu pihak yang memiliki kewajiban utang dan memenuhi kriteria sebagai penerima zakat. Bagi SOLOPEDULI, zakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi jalan keluar atas persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi mustahik.

Penyaluran ini menjadi bentuk nyata kepedulian SOLOPEDULI dalam menghadirkan manfaat yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Meskipun penerima manfaat dalam program ini hanya satu jiwa, bantuan tersebut menyelesaikan persoalan yang secara langsung memengaruhi keberlangsungan kehidupan penerima manfaat.

Bantuan pelunasan utang tersebut juga memberikan ruang bagi Giwani untuk melanjutkan kehidupannya tanpa harus mengalokasikan sumber daya ekonominya yang terbatas untuk memenuhi kewajiban yang tidak mampu ditanggungnya. Dampak bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi setelah kehilangan orang tua dan memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk melanjutkan kehidupannya.

Melalui program Peduli Gharimin, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan zakat sebagai solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Bukan sekadar menyalurkan dana, zakat diharapkan dapat memberikan jalan keluar yang nyata, meringankan beban mustahik, dan membuka ruang bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.(snk)