Melalui program Beasiswa Orang Tua Asuh (OTA) yang bersumber dari zakat untuk pendidikan, SOLOPEDULI turut mendukung perjuangan Dika Indri Qur’aini Putri dalam menyelesaikan pendidikan tingginya. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Dika tetap bersemangat menempuh pendidikan tinggi hingga berhasil meraih predikat cumlaude atau pujian.
Mahasiswi Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta ini resmi menyelesaikan studinya pada wisuda yang digelar Sabtu (17/10/2026). Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita.
Pencapaian tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Dika dan keluarganya, sekaligus menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Dika Indri Qur’aini Putri yang akrab disapa Dika atau Putri, berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bernama Sarmin, bekerja sebagai pedagang bakso keliling di Kota Bekasi sejak Dika masih duduk di bangku sekolah dasar. Sebelumnya, sang ayah juga berjualan es krim keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, ibunya bernama Sri Yantini, merupakan seorang ibu rumah tangga yang sesekali menerima pekerjaan menggambar pola jahitan daster dari tetangganya.
Sebelum menjadi ibu rumah tangga, sang ibu bekerja di sebuah pabrik pakaian di Kota Bekasi. Namun, ia harus kehilangan pekerjaannya akibat pengurangan karyawan. Kondisi tersebut membuat pemasukan keluarga berkurang, sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi. Di sisi lain, keluarga juga masih memiliki tanggungan utang bank yang digunakan untuk pembangunan rumah.
Di tengah kondisi tersebut, Dika berusaha mencari jalan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Ia kemudian memutuskan untuk menempuh pendidikan di SMK IT Smart Informatika Solopeduli, sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Keputusan untuk terus bersekolah menjadi salah satu langkah penting bagi Dika dalam memperjuangkan masa depannya. Baginya, pendidikan merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri sekaligus harapan agar kelak dapat memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.
Perjalanan pendidikan Dika pun tidak selalu mudah. Saat memasuki perkuliahan di Program Studi Agroteknologi, ia harus beradaptasi dengan berbagai materi baru yang sebelumnya belum pernah dipelajarinya secara mendalam, terutama materi biologi.
Latar belakang pendidikan di SMK membuat Dika perlu berusaha lebih keras untuk memahami sejumlah materi perkuliahan. Ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang berbeda sekaligus mengejar pemahaman terhadap ilmu pertanian yang menjadi bidang studinya. Meski menghadapi tantangan tersebut, Dika terus berusaha menyelesaikan pendidikannya. Dukungan pendidikan dari SOLOPEDULI turut memberikan kemudahan bagi dirinya untuk menjalani proses perkuliahan.
dok.humas: Dika Indri Qur’aini Putri Penerima Manfaat Beasiswa OTA SOLOPEDULI
“Dukungan pendidikan dari SOLOPEDULI sangat membantu saya. Dengan adanya dukungan tersebut, saya bisa lebih fokus dalam menjalani pendidikan hingga selesai,” ungkap Dika.
“Bagi saya, dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk terus berjuang meraih cita-cita. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, bantuan pendidikan menjadi penyemangat bagi saya untuk terus melangkah dan menyelesaikan studi. Alhamdulillah, kini saya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan predikat pujian. Pencapaian ini sangat berarti bagi saya dan kedua orang tua yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Saya berharap keberhasilan ini bisa menjadi langkah awal untuk membahagiakan orang tua dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Rasa syukur menyertai pencapaian yang diraihnya. Dika berharap kelulusannya dapat menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi ayah dan ibunya, yang telah berusaha memberikan dukungan terbaik bagi masa depannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Dika memiliki keinginan untuk mengabdikan diri di SOLOPEDULI. Ia berharap dapat berkontribusi melalui kesempatan pengabdian tersebut, sekaligus mengembangkan kemampuan dirinya, terutama dalam bidang bahasa. Dika berencana mengikuti kursus bahasa selama menjalani masa pengabdian. Baginya, meningkatkan keterampilan merupakan langkah penting agar dapat terus belajar, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kesempatan di masa mendatang.
Di akhir ceritanya, Dika menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur SOLOPEDULI yang telah memberikan dukungan pendidikan kepadanya. Ia berharap kebaikan yang telah diberikan dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi para donatur.
“Terima kasih kepada para donatur atas bantuan dan kebaikannya. Semoga Allah senantiasa memberikan kelancaran rezeki, keberkahan, kesehatan, serta pahala yang berlimpah,” tuturnya.
Kisah Dika menjadi pengingat bahwa dukungan pendidikan memiliki arti besar bagi generasi muda yang berjuang di tengah keterbatasan. Melalui kepedulian para donatur, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan manfaat melalui program pendidikan agar semakin banyak anak dan generasi muda memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Mari tunaikan zakat untuk pendidikan melalui SOLOPEDULI dan jadilah bagian dari perjalanan generasi muda dalam meraih cita-cita, membangun kemandirian, serta menebarkan kebaikan bagi masyarakat.(snk)