Harapan warga Dusun Bugelan RT 01/RW 05, Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah mulai terwujud. Pembangunan wakaf sumur yang diinisiasi SOLOPEDULI bersama Solusi Wakaf dan BMT MUM Wonogiri kini telah berhasil mengeluarkan air dan mulai dialirkan ke rumah-rumah warga.
Pada Kamis (29/10/2026), tim SOLOPEDULI kembali mengunjungi Desa Bugelan untuk melihat perkembangan pembangunan sumur bor. Sumur tersebut telah dilengkapi dengan toren penampungan berkapasitas 5.000 liter beserta bangunan penyangganya. Air dari sumur dengan kedalaman 43 meter itu mulai didistribusikan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga.
Hingga saat ini, sebanyak 26 rumah telah mendapatkan aliran air melalui jaringan pipa yang terpasang. Proses pemasangan dan perluasan jaringan masih terus dilakukan agar semakin banyak warga dapat merasakan manfaat wakaf sumur tersebut.
dok.humas: Toren Air Wakaf Sumur SOLOPEDULI
Sebelum adanya wakaf sumur ini, warga mengandalkan sumber air dari sumur gali dan mata air di sekitar sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang, keterbatasan air membuat warga harus saling berbagi dan bergotong royong untuk mendapatkan air.
Bapak Rimin, salah seorang warga setempat sekaligus pemilik tanah wakaf, menceritakan kondisi yang selama ini dialami masyarakat. Menurutnya, satu sumber sumur bahkan harus digunakan bersama oleh beberapa keluarga.
“Biasanya warga mendapatkan air dari sumur gali dan mata air di dekat sungai. Memang sulit, terutama kalau musim kemarau berlangsung agak panjang. Sebelum ada sumur ini, warga harus berbagi air dengan tetangga. Satu sumur bisa digunakan sampai lima keluarga. Untuk mengambil air, warga harus datang ke rumah tetangga membawa jeriken, kemudian dipikul atau digendong untuk dibawa pulang,” ungkap Bapak Rimin.
dok.humas: Bapak Rimin, Pemilik Tanah Wakaf Sumur sekaligus Warga Desa Bugelan
Pembangunan sumur bor ini dimulai pada Selasa (6/10/2026) di atas tanah wakaf milik Bapak Rimin. Sumur tersebut menjadi wakaf sumur ke-20 yang dibangun SOLOPEDULI sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Desa Bugelan sendiri berada di kawasan pegunungan yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Timur. Meskipun berada di daerah pegunungan, ketersediaan air tetap menjadi persoalan bagi masyarakat ketika musim kemarau tiba. Kondisi ini membuat keberadaan sumber air yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Bagi warga, hadirnya wakaf sumur ini menjadi harapan baru agar tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air ketika kemarau berlangsung. Air yang ditampung dalam tandon berkapasitas 5.000 liter tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Melalui kolaborasi bersama Solusi Wakaf dan BMT MUM Wonogiri, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan manfaat wakaf yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pembangunan wakaf sumur ke-20 ini menjadi wujud komitmen dalam menyediakan akses air bersih sekaligus menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kini, aliran air yang mulai menjangkau rumah-rumah warga Bugelan bukan sekadar hadir sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih mudah dan layak.(snk)