SOLOPEDULI Kembangkan Wakaf Produktif Padi Untuk Santri Penghafal Al-Qur’an, Dukung SDGs Ketahanan Pangan

SOLOPEDULI mulai mengembangkan wakaf produktif di sektor pertanian melalui penanaman padi di lahan wakaf seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Dusun Babadan, Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Penanaman dilakukan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan melibatkan petani setempat. Hasil pengelolaan pertanian ini nantinya diperuntukkan bagi santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Baiturrahmah SOLOPEDULI, Klaten.

Pada musim tanam kali ini, lahan tersebut ditanami padi jenis 32. Sebelumnya, sejak Juni 2026, lahan wakaf ini telah sukses dimanfaatkan untuk budidaya jagung hibrida dan cabai yang kini telah selesai dipanen. Memasuki awal musim penghujan pada November, pengelolaan lahan dilanjutkan dengan penanaman padi sebagai bagian dari keberlanjutan program wakaf produktif pertanian.

Pengelolaan lahan wakaf dilakukan melalui sistem kemitraan pertanian bersama warga setempat, Bapak Slamet, yang bertindak sebagai mitra pengelola. Dalam proses penanaman perdana ini, sebanyak lima petani turut dilibatkan, terdiri atas empat petani perempuan dan satu petani laki-laki yang bertugas mempersiapkan serta memola lahan sebelum penanaman.

dok.humas: Petani Membuat Garis di Sawah untuk Pola Menanam

Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi salah satu nilai tambah dari program ini. Selain mengoptimalkan fungsi tanah wakaf agar menghasilkan manfaat secara berkelanjutan, program tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi warga setempat melalui berbagai aktivitas pertanian, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Salah satu petani perempuan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bersama petani lainnya mendapat kesempatan membantu proses penanaman padi.

“Ini kami diminta Pak Slamet (mitra SOLOPEDULI) untuk membantu menanam padi, Mbak. Kami ini pocokan (petani paruh waktu). Tadi mulai pukul 06.00 WIB, kemudian nanti paling sampai pukul 13.00 atau 14.00 WIB,” tuturnya.

Selama masa tanam hingga panen yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, perkembangan tanaman padi akan terus dipantau. Tim Program dan Wakaf SOLOPEDULI akan melakukan pendampingan serta pemantauan untuk memastikan proses budidaya berjalan dengan baik.

Program wakaf produktif ini menjadi salah satu upaya SOLOPEDULI dalam mengoptimalkan potensi aset wakaf agar memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya tanah wakaf yang menjadi produktif, masyarakat sekitar memperoleh peluang pekerjaan, mitra tani mendapatkan ruang pemberdayaan, dan hasil pengelolaannya diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan serta kehidupan santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Baiturrahmah SOLOPEDULI.

dok.humas : Tim SOLOPEDULI Bersama Dengan Para Petani Memulai Tanam Padi di Lahan Wakaf Produktif

Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Melalui pengembangan pertanian produktif, program ini turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pemberdayaan petani lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Melalui wakaf produktif, SOLOPEDULI berharap aset wakaf tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi mampu menjadi sumber kebermanfaatan yang terus tumbuh. Dari tanah yang dikelola, masyarakat yang diberdayakan, hingga santri penghafal Al-Qur’an yang menerima manfaat, wakaf diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam membangun kemandirian dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.(snk)