PEDULI BENCANA INDONESIA!

PEDULI BENCANA INDONESIA!

Ditengah kepanikan dan kehilangan, uluran tangan kita bisa menjadi alasan untuk mereka bertahan

  • Rp 100.000.000Target
  • 28Hari Tersisa
  • Rp 105.000Terkumpul
Donasi Sekarang
Dipublikasi pada tanggal : 17 Nov 2025

Di tengah padatnya aktivitas masyarakat di lereng Gunung Semeru, warga dikejutkan dengan meningkatnya aktivitas vulkanik yang membuat status gunung dinaikkan menjadi Level IV atau Awas. Pemerintah Kabupaten Lumajang langsung menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari sejak 19 November 2025 untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar.

Hal ini diperkuat laporan resmi yang menyebutkan bahwa sekitar 300 warga dari Desa Supit Urang, Oro-Oro Ombo, dan Penanggal telah dievakuasi menuju balai desa dan sekolah terdekat demi keselamatan mereka. Mereka terpaksa meninggalkan rumah, ladang, serta hewan ternak, sementara abu vulkanik dan potensi lahar panas terus mengancam. (Antara News Jatim & Antara Jabar).

 

ERUPSI SEMERU LUMAJANG JAWA TIMUR

Pada saat yang hampir bersamaan, bencana lain menghantam wilayah Jawa Tengah. Di Dusun Cimencok, Desa Boja, Kecamatan Majenang, Cilacap, terjadi pergerakan tanah dan longsor yang membuat 30 kepala keluarga atau sekitar 90 warga berada dalam situasi genting. Tanah terus bergerak aktif setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Longsor terjadi di beberapa titik, termasuk Cilacap dan Banjarnegara, yang kini masuk dalam kondisi darurat.

Di Cilacap, longsor menerjang kawasan pemukiman dan menimbun rumah-rumah di wilayah Majenang. Tragedi ini menyebabkan 21 warga masih hilang dan 3 orang telah dinyatakan meninggal, sementara puluhan rumah rusak parah. (BNPB)

Tanah longsor Cilacap Solopeduli

Situasi ini benar-benar darurat mereka membutuhkan pertolongan segera sebelum kondisi semakin memburuk. Sementara itu, di Banjarnegara, longsor besar mengisolasi 45 jiwa dan memaksa sekitar 660 warga (286 KK) mengungsi ke titik evakuasi.(Antar news)

Selain kerusakan rumah, lahan pertanian pun terdampak parah. Akses menuju lokasi banyak yang tertutup material tanah, membuat bantuan makanan dan logistik sangat sulit tiba tepat waktu.

tanah longsor cilacap jawa tengah

Dalam situasi genting ini, tim sigap SoloPeduli langsung terjun ke lapangan untuk membantu proses evakuasi korban, menyalurkan bantuan darurat, dan memastikan kebutuhan mendesak seperti makanan besar dapat segera terpenuhi. Banyak warga belum bisa makan dengan layak karena akses logistik yang terputus dan kondisi medan yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, pendirian dapur umum posko, penyediaan beras, lauk, sayur, bumbu, hingga perlengkapan darurat menjadi prioritas utama agar ratusan warga pengungsi tetap bisa bertahan di tengah ancaman bencana susulan.

Di lokasi berbeda ini, para penyintas menghadapi hari-hari yang sulit. Mereka membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat. Di titik pengungsian, kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi meliputi paket makanan siap santap dan air bersih, mengingat akses logistik warga terputus setelah evakuasi dilakukan.

Masker dan alat pelindung menjadi kebutuhan penting karena abu vulkanik Semeru dan debu material longsor bisa memperburuk kesehatan warga. Selain itu, obat-obatan dan perlengkapan P3K sangat dibutuhkan untuk menangani luka, gangguan pernapasan, serta kondisi darurat kesehatan lainnya.

Kondisi tempat tinggal warga sementara juga masih terbatas, sehingga tenda darurat, alas tidur, serta alat pendukung lainnya harus segera disalurkan. Tidak kalah penting, fasilitas kebersihan seperti toilet portable dan perlengkapan sanitasi diperlukan karena banyak pengungsian belum memiliki akses mandi, cuci, kakus yang memadai.

kami mengajak sahabat peduli untuk ikut menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran yang tersedia untuk berdonasi seperti Virtual account (VA), Instant wallet, Bank transfer, QRIS, dan Kartu kredit

Jazakumullah Khayran Katsiran sahabat baik, semoga kebaikan yang Sahabat titipkan menjadi keberkahan, diberi balasan berlipat oleh Allah, serta menjadi cahaya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Donasi Sekarang
  • Buka Posko Kemanusiaan, Relawan SOLOPEDULI Tiba Di Aceh Tamiang Usai Tempuh Perjalanan Darat Enam Hari




    Setelah menempuh perjalanan darat selama enam hari, tim relawan SOLOPEDULI yang diberangkatkan dari Solo pada Rabu, 24 Desember 2025, akhirnya tiba di Aceh Tamiang pada Senin, 29 Desember 2025. Setibanya di lokasi, relawan langsung membuka posko kemanusiaan sebagai pusat koordinasi bantuan bagi para penyintas banjir.

    Posko relawan berlokasi di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan memanfaatkan sebuah ruko milik warga yang dipinjamkan secara sukarela.

    Dalam misi kemanusiaan ini, relawan SOLOPEDULI mengerahkan satu unit mobil rescue Hilux dan satu unit ambulans untuk mengawal empat truk bermuatan bantuan logistik dari Solo menuju Aceh. 

    Setelah posko siap beroperasi, tim relawan langsung menurunkan bantuan logistik sebanyak 12 ton dari total 24 ton muatan yang dibawa. Sisanya dijadwalkan akan disalurkan ke wilayah Bireuen, Aceh, yang juga terdampak parah banjir.

    Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling memprihatinkan akibat bencana banjir. Hingga Selasa, 30 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.140 orang meninggal dunia, 399.200 jiwa mengungsi, 163 orang dinyatakan hilang, serta 52 kota dan kabupaten terdampak. Kondisi ini membuat proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang panjang.

    Perjalanan relawan menuju lokasi bencana pun tidak mudah. Tim harus menempuh jalur darat dari Solo hingga Banten di Pulau Jawa, menyeberang menggunakan kapal menuju Sumatra, hingga menghadapi berbagai rintangan di lapangan. Mulai dari antrean panjang bahan bakar yang memaksa tim membeli bensin secara eceran, medan berlumpur yang harus dilalui secara off-road, hingga musibah pencurian telepon genggam milik relawan.


    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI menata barang setelah loading, di posko

    Adapun bantuan yang dibawa meliputi panel surya (solar cell), genset, pompa air, tandon air, perangkat Starlink, paket logistik berupa beras, gula, minyak goreng, mi instan, roti, dan minuman, serta perlengkapan kebersihan, kasur, selimut, dan alas tidur. Selain itu, disalurkan pula hygiene kit, perlengkapan ibadah, kebutuhan dapur umum, Al-Qur’an, paket trauma healing untuk anak-anak, pakaian layak pakai, 3.200 paket abon, jas hujan, kebutuhan bayi, serta obat-obatan.

    Tim relawan dikomandani oleh Muhammad Nurdin, relawan senior SOLOPEDULI. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang ditemui di lokasi bencana.

    “Saat tiba di lokasi, kami melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Lingkungan, rumah, hingga kondisi warganya membuat kami terharu,” ujar Nurdin.


    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI berkoordinasi untuk melaksanakan aksi

    Hal serupa disampaikan oleh Iqbal, relawan SOLOPEDULI yang turut bertugas di Aceh Tamiang. Ia menyoroti dampak banjir terhadap kehidupan anak-anak.

    “Anak-anak sekarang bukan bersekolah, tetapi berada di pinggir jalan meminta makan dan minum. Mereka kesulitan mendapatkan makanan karena memang sangat terbatas,” tuturnya.

    Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, warga harus menunggu bantuan dari relawan karena akses dan ketersediaan pangan yang sangat terbatas.


    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI berjalan di antara puing-puing kerusakan di Aceh Tamiang

    Melalui pembukaan posko ini, SOLOPEDULI berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas hingga kondisi berangsur pulih, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara di Aceh yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.(snk)

  • Pulihkan Akses Air Bersih, SOLOPEDULI Bangun Sumur Dalam Dan Mesin Air Bagi Warga Serta Sekolah Terdampak Banjir Di Bireuen



    SOLOPEDULI melaksanakan pembangunan sumur dalam dan menyalurkan mesin air (sanyo) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Lapang Timu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Senin (29/12/2025). Program ini dihadirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang masih dirasakan warga pascabencana banjir.

    Pembangunan sumur dalam tersebut dilakukan di lingkungan Yayasan Khairul Ummah, lembaga pendidikan yang menaungi PAUD, Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak, hingga SDIT Khairul Ummah. Lokasi ini dipilih karena berada di tengah permukiman warga dan menjadi salah satu fasilitas umum yang selama ini turut dimanfaatkan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan sumber air bersih di lokasi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.


    dok.humas: SDIT Khairul Ummah yang masih terendam lumpur

    Krisis air bersih pascabanjir menjadi persoalan krusial di wilayah Bireuen. Banjir tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mencemari sumur-sumur warga dengan lumpur tebal. Kondisi tersebut menyebabkan akses air bersih menjadi sangat terbatas, sementara kebutuhan air untuk mandi, mencuci, memasak, dan berwudu terus meningkat seiring upaya warga memulihkan kehidupan sehari-hari.

    Sebagai langkah awal penanganan, sebelum pembangunan sumur dalam dilakukan, SOLOPEDULI telah lebih dahulu menyalurkan bantuan tandon air bekerja sama dengan Solo Square. Bantuan tersebut ditempatkan di Masjid Nurul Huda, Desa Blang Guron, sebagai solusi darurat untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih sementara, khususnya untuk aktivitas ibadah dan kebutuhan harian pascabanjir.

    Sementara itu, kondisi lingkungan di Desa Lapang Timu, termasuk area SDIT Khairul Ummah, mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir lumpur. Air banjir bercampur lumpur sempat menggenangi ruang kelas hingga setinggi pinggang orang dewasa, merusak buku pelajaran, peralatan sekolah, serta mencemari sumber air yang ada. Sekolah yang menampung sekitar 275 siswa tersebut hingga kini belum sepenuhnya kembali beroperasi.


    dok.humas: Kondisi sekolahan yang masih berserakan barang-barang pasca banjir

    Irvan, relawan SOLOPEDULI yang meninjau langsung lokasi pembangunan, menyampaikan, “Pembangunan sumur dalam di lingkungan Yayasan Khairul Ummah diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas. Selain menunjang kembali aktivitas pendidikan, sumur dalam ini juga dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air bersih yang lebih aman dan layak digunakan.”

    Hal senada disampaikan Chief Program Officer SOLOPEDULI, Megawati Nurjannah. Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumur dalam dan pemasangan mesin air merupakan respons atas mahalnya dan sulitnya akses air bersih di wilayah terdampak banjir. 

    “Kami berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih sementara,” ujarnya.

    Dengan pengeboran hingga lapisan tanah yang lebih dalam, sumur dalam ini diharapkan mampu menghasilkan air yang lebih jernih serta terlindung dari pencemaran lumpur banjir. Keberadaannya menjadi penopang penting dalam proses pemulihan warga, sekaligus mendukung kembali aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sosial masyarakat Bireuen.

    Melalui pembangunan sumur dalam dan penyaluran mesin air ini, SOLOPEDULI meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan bantuan kemanusiaan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.(snk)

  • Hadirkan Senyuman Untuk Ibu-Ibu Di Aceh Utara, SOLOPEDULI Bagikan Kado Hari Ibu


    Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Senin (22/12/2025), SOLOPEDULI menyalurkan Program Kado Hari Ibu kepada para ibu penyintas banjir dan longsor di Dusun Leeupen, Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan moril bagi para ibu yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

    Di tengah duka yang menyelimuti wilayah Aceh Utara, para ibu penyintas tetap bertahan bersama keluarga di bantaran sungai yang terdampak luapan air. Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menghilangkan berbagai kebutuhan penting, seperti pakaian, perlengkapan ibadah, hingga keperluan sehari-hari. Meski berada dalam keterbatasan, para ibu tetap menjalankan perannya, menenangkan anak-anak, menguatkan keluarga, dan menyimpan lelahnya sendiri.

    Melalui Program Kado Hari Ibu, SOLOPEDULI menyalurkan paket bantuan berupa jilbab dan perlengkapan kebersihan (hygiene kit) sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada para ibu yang tetap tegar menghadapi musibah. Kado sederhana tersebut menjadi simbol kasih dan empati, sekaligus pesan bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian dan tidak dijalani seorang diri.

    Peringatan Hari Ibu kali ini pun tidak sekadar menjadi momentum perayaan, melainkan refleksi atas keteguhan para ibu yang terus memberi meski berada dalam keterbatasan. Diharapkan, kado yang diberikan mampu menghadirkan kehangatan, memulihkan semangat, serta menumbuhkan harapan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

    Dalam proses penyaluran, para relawan SOLOPEDULI terjun langsung ke lokasi dengan mendatangi rumah para ibu penyintas satu per satu. Kehadiran relawan di tengah masyarakat terdampak menjadi penguat tersendiri bagi para penerima manfaat.

    Salah satu relawan SOLOPEDULI, Irvan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sederhana namun penuh makna.

    “Di Hari Ibu ini, kami berusaha membagikan secercah senyuman untuk ibu-ibu di Leeupen, Muara Batu,” ujarnya.

    Ungkapan serupa juga disampaikan oleh para penerima manfaat. Nurhayati (45), salah satu ibu penyintas banjir, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan.


    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI yang menyalurkan bantuan untuk ibu-ibu di Aceh yang terdampak bencana banjir

    “Di tengah kondisi seperti ini, kami para ibu sering kali lupa memikirkan diri sendiri. Kado ini membuat kami merasa diperhatikan dan dikuatkan,” ungkapnya.

    Melalui program ini, SOLOPEDULI berharap para ibu tetap bersemangat menjalani hari-hari mereka serta terus menumbuhkan harapan di tengah musibah yang melanda.(snk)

  • Tandon Air Bagi Warga Terdampak Banjir Di Aceh, SOLOPEDULI Salurkan Amanah SoloSquare



    SOLOPEDULI berkolaborasi dengan SoloSquare menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa tandon air bagi warga terdampak banjir di Desa Blang Guron, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Selasa (23/12/2025). Penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari SoloSquare yang disalurkan melalui SOLOPEDULI sebagai mitra kemanusiaan.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati milad SoloSquare sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di Aceh. Desa Blang Guron menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, di mana hampir seluruh kawasan desa terendam air.

    Kondisi banjir tersebut menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke dua titik lokasi pengungsian yang tersedia di desa. Meski demikian, dalam situasi pascabencana, warga tetap berupaya menjalani aktivitas sehari-hari dengan segala keterbatasan.

    Pada pagi hingga siang hari, sebagian warga kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir, meskipun akses jalan menuju permukiman masih berlumpur dan sulit dilalui. Sementara itu, pada sore hingga malam hari, warga kembali ke lokasi pengungsian untuk beristirahat dan bermalam.

    dok.humas: Tandon air untuk masyarakat Desa Blang Guron, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh

    Sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, pada tahap awal penyaluran bantuan, SOLOPEDULI dan SoloSquare melalui relawan SOLOPEDULI di Aceh menyerahkan tandon air secara langsung kepada warga. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih yang menjadi kebutuhan utama pascabanjir.

    Chief Program Officer (CPO) SOLOPEDULI, Harjito, menyampaikan bahwa pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak bantuan kemanusiaan.

    “Kami terus membuka kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, komunitas, lembaga, organisasi pemerintah maupun swasta. Fokus kami adalah membantu pemulihan fasilitas-fasilitas umum di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan Sumatra,” ujar Harjito.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SoloSquare atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SoloSquare yang telah bergabung dan mempercayakan amanah bantuan ini melalui SOLOPEDULI untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh,” tambahnya.

    Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang masih dirasakan warga meliputi ketersediaan air bersih, selimut bagi para pengungsi, serta pemenuhan makanan bergizi untuk operasional dapur umum yang belum berjalan secara optimal.

    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI berada di lokasi Desa Blang Guron, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh

    Selain kebutuhan dasar warga, fasilitas ibadah di Desa Blang Guron juga mengalami dampak serius akibat terendam banjir. Sejumlah perlengkapan masjid dilaporkan mengalami kerusakan dan masih sangat membutuhkan dukungan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal.

    Untuk mendukung upaya penanganan bencana secara lebih luas, relawan SOLOPEDULI diberangkatkan menuju Aceh dan Sumatra dengan membawa bantuan logistik menggunakan empat truk, satu unit mobil Ranger Hilux, serta satu unit ambulans guna membantu masyarakat terdampak banjir. Selain tandon air yang telah disalurkan, berbagai bantuan lainnya juga disiapkan untuk mendukung proses pemulihan warga, di antaranya pompa air (water pump), kasur lipat, lampu darurat, handuk, paket kebersihan (hygiene kit), sarden, serta paket sembako yang saat ini masih dalam proses pengiriman dan tengah dalam perjalanan menuju Aceh sejak Selasa kemarin.

    Melalui kolaborasi ini, SOLOPEDULI dan SoloSquare berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabanjir.(snk)

  • SOLOPEDULI Berangkatkan 24 Ton Bantuan Menuju Sumatra Melalui Jalur Darat, Kolaborasi 255 Mitra



    SOLOPEDULI secara resmi memberangkatkan Ekspedisi Kemanusiaan Peduli Bencana Aceh dan Sumatra sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam banjir. Seremonial pemberangkatan dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, di Halaman Kantor Pusat SOLOPEDULI, Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

    Ekspedisi kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi SOLOPEDULI bersama IPHI Surakarta, FOZ Jawa Tengah, serta Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sekaligus menjadi wujud penyaluran amanah dari para donatur kepada para penyintas bencana di wilayah Aceh dan Sumatra.

    Seremonial pemberangkatan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya  Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Prov. Jateng Dasiri, Dewan Pembina SOLOPEDULI Supomo, Ketua Dewan Pengawas Syariah SOLOPEDULI Ustaz Tri Bimo Soewarno, Lc., M.Si., CEO LAZ SOLOPEDULI Sidik Anshori, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sukoharjo Sofwan Faisal Sifyan, Ketua IPHI Surakarta, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surakarta (Solo), Drs. H. Zainal Abidin Zain, serta Kepala Desa Bolon Mulyanto.


    dok.humas: Penyerahan mockup sebagai simbolisasi perwakilan para donatur SOLOPEDULI oleh Kepala Desa Bolon kepada CEO LAZ SOLOPEDULI

    Dalam ekspedisi ini, SOLOPEDULI memberangkatkan empat truk bantuan kemanusiaan dengan total muatan 24 ton. Bantuan tersebut meliputi panel surya, genset, pompa air, tandon air, perangkat starlink, paket sembako, perlengkapan kebersihan, kasur dan selimut, hygiene kit, perlengkapan ibadah, kebutuhan dapur umum, Al-Qur’an, paket trauma healing untuk anak-anak, pakaian layak pakai, 3.200 paket abon, jas hujan, kebutuhan bayi, serta obat-obatan.

    Seluruh bantuan merupakan hasil kolaborasi dan amanah dari 255 mitra donatur SOLOPEDULI, di antaranya masyarakat Desa Bolon, IPHI Solo, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, komunitas SAJ S3 (Sedekah Sehari Seribu), Mitrakarya Kontraktor Solo, lembaga pendidikan, komunitas masjid, hingga pelaku usaha dan karyawan perusahaan yang turut berpartisipasi.


    dok.humas: Foto bersama seluruh tamu undangan dan mitra kolaborator

    Adapun sasaran pendistribusian bantuan meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Aceh. Proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan oleh relawan SOLOPEDULI yang diberangkatkan melalui jalur darat serta relawan yang telah lebih dahulu berada di lokasi terdampak.

    CEO LAZ SOLOPEDULI Sidik Anshori menyampaikan bahwa ekspedisi kemanusiaan ini merupakan bentuk komitmen SOLOPEDULI untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

    “Ini yang ketiga kalinya memberangkatkan bantuan pasca bencana banjir yang ada di Sumatra dan Aceh. Di hari ketiga kami baru bisa membuka komunikasi dengan relawan yang ada di aceh dan di hari ketiga itu juga kami baru bisa membuka posko di Aceh dan kita distribusikan bantuan di Sumatera Barat, hingga hari ini bersama para relawan,” ujar Sidik.

    “Di hari ketiga kami baru bisa membuka komunikasi dengan relawan yang ada di Aceh dan di hari ketiga itu juga kami baru bisa membuka posko di Aceh dan kita distribusikan bantuan di Sumatera Barat, hingga hari ini bersama para relawan,” imbuh Sidik.

    “Total bantuan yang sudah kita distribusikan melalui SOLOPEDULI adalah sebanyak 2,5 milyar dengan lebih dari 100 ribu penerima manfaat, harapannya dari titipan para donatur dan muzzaki kami haturkan banyak terima kasih semoga bantuan ini dapat kami distribusikan sesuai dengan masala masalah yang ada di Aceh,” Harapan Sidik.

    “Kita menargetkan 10 tempat ibadah dengan energi solar cell dan hari ini kita sudahh mengirimkan 2 unit, tepatnya semoga akan mendapatkan solusi, listrik dan air bersih. Selain itu juga sumur yang akan kita berikan untuk masyarakat yang ada di sana,” tambahnya.


    dok.humas: Pemakaian rompi relawan SOLOPEDULI yang akan diberangkatkan, oleh Pembina SOLOPEDULI

    Ekspedisi kemanusiaan ini secara resmi dilepas oleh jajaran pimpinan SOLOPEDULI bersama perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Kabupaten Sukoharjo, IPHI Solo, serta Pemerintah Desa Bolon.

    Melalui kegiatan ini, SOLOPEDULI berharap sinergi dan kepedulian berbagai pihak dapat terus terjaga dalam memperkuat aksi-aksi kemanusiaan demi meringankan beban masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.(snk)

  • Akses Terputus Hingga Boat Terbalik, SOLOPEDULI Salurkan Bantuan Logistik Ke 6 Desa Di 3 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Bireuen, Aceh



    SOLOPEDULI terus menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik sembako bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatra. Pada 17–18 Desember 2025, penyaluran bantuan kembali difokuskan ke wilayah dengan dampak terparah, khususnya di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

    Dalam penyaluran kali ini, bantuan SOLOPEDULI menjangkau enam desa yang tersebar di tiga kecamatan. Lokasi tersebut meliputi Desa Teupin Raya di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng; Desa Teupin Siron dan Desa Pante Sikumbong di Kecamatan Gandapura; Desa Leubu Cot di Kecamatan Makmur; serta Desa Blang Mee di Kecamatan Kuta Blang.


    dok.humas: Penyaluran oleh relawan SOLOPEDULI yang ada di Aceh kepada warga yang terdampak banjir

    Proses distribusi bantuan di sejumlah titik menghadapi tantangan berat akibat rusaknya akses pascabanjir bandang. Irfan, relawan SOLOPEDULI di Aceh, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan ke Desa Teupin Raya menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan. Akses darat terputus total akibat jembatan rusak, sehingga relawan harus menyeberangi sungai untuk menjangkau warga. 

    “Desa ini sementara akses menuju lokasi sangat terbatas, warga harus berjalan dan menyebrang sungai untuk mencari logistik ke posko pengungsian,” ujarnya.

    Kondisi serupa juga terjadi di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang. Warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk memperoleh bantuan. Derasnya arus sungai sempat menyebabkan perahu terbalik akibat kelebihan muatan. 

    “Dalam situasi darurat, masyarakat terpaksa menggunakan pelampung dengan kapasitas perahu sekitar 10–15 orang, serta harus membayar biaya penyeberangan secara perorangan,” jelas Irfan.

    Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket sembako yang berisi beras, air mineral, mi instan, biskuit, dan minyak goreng. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat dalam kondisi darurat pascabencana.


    dok.humas: Relawan SOLOPEDULI memberikan bantuan untuk warga yang rumahnya masih terendam banjir dan aksesnya terbatas

    Melalui penyaluran bantuan logistik sembako ini, SOLOPEDULI berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya di wilayah dengan akses terbatas yang memerlukan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI dalam memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

    Sementara itu, kondisi desa-desa terdampak banjir bandang hingga kini masih sangat memprihatinkan. Permukiman warga dipenuhi lumpur dan pasir, akses lingkungan terganggu, serta banyak rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat dan tidak layak huni. Situasi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke posko pengungsian dan tempat aman lainnya sambil menunggu proses pembersihan, perbaikan rumah, dan pemulihan lingkungan.

    Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum dan sosial, termasuk masjid, turut terdampak akibat tertimbun lumpur. Hal ini menyebabkan aktivitas ibadah dan kehidupan sosial masyarakat ikut terganggu.

    Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan SOLOPEDULI melibatkan relawan yang turun langsung ke lapangan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran SOLOPEDULI di berbagai wilayah terdampak menjadi sangat berarti bagi warga, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit pascabencana banjir bandang.(snk)

  • Bertahan Dengan Mi Instan, Kisah Warga Ceubo Aceh Dan Dapur Umum SOLOPEDULI

    SOLOPEDULI mendirikan dapur umum di Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, sejak 15 Desember 2025. Dapur umum tersebut dibuka untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana dan kini bertahan di posko pengungsian dengan keterbatasan akses makanan layak.

    Sebagian warga Desa Ceubo terpaksa mengungsi dan hanya dapat mengakses makanan sebanyak dua kali sehari. Menu yang tersedia pun masih terbatas, yakni mi instan dan telur. Kondisi tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan gizi harian, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

    Irfan, relawan SOLOPEDULI yang bertugas di posko pengungsian Desa Ceubo, mengatakan bahwa keterbatasan pangan menjadi persoalan mendesak yang harus segera ditangani. Ia menyebutkan, masyarakat sangat berharap adanya dukungan dari para donatur agar kebutuhan pangan yang lebih layak dapat terpenuhi.

    “Masyarakat memohon bantuan kepada para donatur agar dapat membantu menyediakan makanan yang lebih layak, sehingga kebutuhan gizi anak-anak dan lansia dapat terpenuhi. Kami juga berharap porsi makan warga dapat ditingkatkan menjadi tiga kali sehari,” ujar Irfan.

    Hal senada disampaikan oleh salah satu warga setempat. Ia mengungkapkan bahwa selama berada di pengungsian, warga hanya mengonsumsi mi instan dan telur, sehingga berharap dapat memperoleh menu yang lebih bergizi.

    “Selama ini kami hanya makan mi instan dan telur. Kami berharap bisa mendapatkan makanan yang lebih layak, seperti ikan, ayam, dan lauk bergizi lainnya,” ujarnya.

    dok.humas: Dapur umum yang dibuat di Desa Ceubo, Gandapura, Bireun, Aceh

    Selain mendirikan posko pengungsian, Irfan bersama tim relawan SOLOPEDULI juga mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Setiap hari, para relawan memasak nasi dan sayur dalam jumlah besar untuk didistribusikan kepada para pengungsi.

    Melalui pendirian dapur umum ini, SOLOPEDULI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memastikan kebutuhan pangan dan gizi warga pengungsian tetap terpenuhi.(snk)

  • 3.295 Penyintas Bencana Di Sumatra & Aceh Terbantu, Aksi Kemanusiaan SOLOPEDULI Terus Bergerak Tanpa Henti

     

    SOLOPEDULI terus menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana alam di Indonesia dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Sumatra dan Aceh. Sejak akhir November 2025, SOLOPEDULI hadir membantu para penyintas banjir bandang di sejumlah daerah terdampak di Sumatra dan Aceh, dengan total 3.295 penerima manfaat per 15 Desember 2025 dan akan terus bertambah.

    Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan, mulai dari pemenuhan logistik pangan, posko bencana, pengoperasian dapur umum, hingga layanan pendampingan psikososial bagi para penyintas bencana.

    Rekap Penyaluran Ekspedisi Kemanusiaan SOLOPEDULI ke Aceh dan Sumatra

    1) 29 November 2025 – Sumatra Barat
    Respon cepat SOLOPEDULI menyalurkan bantuan berupa 40 paket sembako kepada 160 penerima manfaat.

    2) 3 Desember 2025 – Kabupaten Bireuen, Aceh
    SOLOPEDULI mendirikan posko bencana dan dapur umum yang melayani 1.000 penerima manfaat. Selain itu SOLOPEDULI juga mengirim sembako untuk 600 penerima manfaat.

    3) 4 Desember 2025 – Kabupaten Bireuen, Aceh
    Penyaluran bantuan diperkuat dengan tambahan posko bencana dan dapur umum yang menjangkau 400 penerima manfaat.

    4) 6 Desember 2025 – Kabupaten Bireuen, Aceh
    SOLOPEDULI menyalurkan makanan berupa nasi dan lauk sekaligus melaksanakan kegiatan trauma healing bagi 400 penerima manfaat.

    5) 9 Desember 2025 – Aceh dan Sumatra
    SOLOPEDULI bekerja sama dengan Lanud Adi Soemarmo dalam pengiriman bantuan logistik ke Aceh dan Sumatra melalui jalur udara menggunakan Pesawat Hercules dengan total muatan dari SOLOPEDULI kurang lebih 1 ton, yang menyasar kepada 400 penerima manfaat.

    6) 13 Desember 2025 – Kabupaten Bireuen, Aceh
    SOLOPEDULI kembali menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji dan pakaian baru kepada 255 penerima manfaat.

    7) 14 Desember 2025 – Kabupaten Bireuen, Aceh
    SOLOPEDULI kembali menyalurkan bantuan paket sembako lanjutan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, dengan total 80 penerima manfaat.

    8) Hingga 15 Desember 2025 – Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh
    Dapur umum SOLOPEDULI masih terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas bencana tetap terpenuhi.

    SOLOPEDULI menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari paket sembako berupa beras, minyak, mi, susu, gula, abon siap makan, dan minuman; pakaian baru; popok dan pampers; obat-obatan; selimut; hingga bantuan uang tunai yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas bencana.

    “SOLOPEDULI akan terus berupaya hadir dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra dan Aceh, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” pernyataan dari Megawati Nurjannah, Chief Program Officer Solopeduli.

    “Kami masih terus membuka donasi kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra, dan Insyaallah kami juga akan melakukan penyaluran bantuan para donatur langsung ke Aceh dan Sumatra, menggunakan jalur darat,” imbuh Megawati Nurjannah.

    Melalui sinergi dengan berbagai pihak serta dukungan para donatur, SOLOPEDULI berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan membantu proses pemulihan pascabencana.(snk)

  • Darurat Sumatra, SOLOPEDULI Lepas Bantuan Via Pesawat Hercules Kolaborasi Bersama Lanud Adi Soemarmo



    SOLOPEDULI resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana di Sumatra melalui pesawat Hercules dengan kolaborasi bersama Lanud Adi Soemarmo. Bantuan logistik tersebut diterbangkan pada Selasa (09/12/2025) dari Bandara Adi Soemarmo menuju wilayah terdampak di Sumatra.

    Bantuan yang dikirim meliputi makanan, pakaian baru, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kitab suci yang dihimpun dari berbagai elemen masyarakat, termasuk donatur SOLOPEDULI. Penggalangan bantuan SOLOPEDULI melalui jalur udara Lanud Adi Soemarmo masih dibuka hingga 11 Desember 2025 bagi warga Jawa Tengah yang ingin ikut berpartisipasi.

    dok.humas: Loading bantuan ke Pesawat Hercules oleh tim SOLOPEDULI

    “Kami memohon doa dari seluruh Sahabat Peduli agar proses pengiriman berjalan lancar dan bantuan dapat segera diterima oleh saudara-saudara kita di Sumatra. Kemarin kami telah melakukan pengedropan awal, dan hari ini SOLOPEDULI resmi memberangkatkan penerbangan bantuan,” ujar Megawati Nurjannah, Chief Program Officer SOLOPEDULI.

    Letkol Pnb Fariana, mewakili Komandan Lanud Adi Soemarmo sekaligus menjabat sebagai Kasi Baseops, mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kualitas bantuan yang dikirimkan.

    “Kami berharap bantuannya berupa makanan yang tahan lama dan memiliki masa kedaluwarsa yang panjang. Untuk obat-obatan juga mohon yang expired-nya masih panjang. Adapun untuk pakaian, kami sangat berharap yang dikirim adalah pakaian baru, bukan layak pakai,” jelasnya.

    “Total bantuan yang sudah kami timbang ada sebanyak 71 ribu ton dan akan terus bertambah. Kami terus akan terus membuka seluas-luasnya bantuan sampai dengan tanggal 11 Desember nanti,” imbuh Fariana.

    dok.humas: Proses loading bantuan SOLOPEDULI ke Pesawat Hercules

    Dalam penerbangan kali ini, SOLOPEDULI mengirimkan bantuan berupa bahan makanan dan sembako seperti beras, gula, minyak, roti siap makan, serta abon siap saji. SOLOPEDULI juga menyalurkan selimut, obat-obatan, pakaian baru, mukena, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan penyintas banjir.

    SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh donatur, duta, dan mitra kolaborator yang telah membantu aksi kemanusiaan ini. SOLOPEDULI berkomitmen untuk terus membuka donasi dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak hingga kondisi mereka berangsur pulih.(snk)

  • Ekspedisi Kemanusiaan SOLOPEDULI Bersama Lanud Adi Soemarmo, Terbangkan Bantuan Untuk Korban Banjir Di Sumatra

     

    SOLOPEDULI akan terus mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan ke Sumatra. Bekerja sama dengan Lanud Adi Soemarmo, SOLOPEDULI menerbangkan paket bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang di Sumatra, pada Senin (08/12/2025).

    Tim SIGAB SOLOPEDULI bertolak ke Bandara Adi Soemarmo dengan membawa sejumlah paket logistik yang terdiri atas beras, minyak goreng, abon, gula, roti, dan minuman. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

    “Kami akan menerbangkan bantuan logistik ini untuk saudara-saudara kita di Sumatra. Kami berkomitmen agar bantuan ini segera diterima oleh mereka yang saat ini sangat membutuhkan,” ujar Megawati Nurjannah, Chief Program Officer SOLOPEDULI.

    dok.humas: Dropping paket bantuan logistik di Bandara Adi Soemarmo

    Sebelumnya, SOLOPEDULI juga telah menyalurkan bantuan cepat ke beberapa wilayah terdampak, yakni di Padang, Sumatra Barat pada 1 Desember 2025 serta Kabupaten Bireuen, Aceh pada 3–7 Desember 2025. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan jaringan relawan SOLOPEDULI yang ada di lokasi terdampak.

    “SOLOPEDULI tidak akan mampu bergerak tanpa bantuan dari sahabat peduli semuanya, kami ucapkan terima kasih sebasar-besarnya kepada para mitra, duta dan donatur yang telah ikut serta berkontribusi untuk menyumbangkan donasinya,” tambah Megawati.

    “Amanah ini akan kami salurkan ke Sumatra segera, bantuan yang akan kami terbangkan pertama adalah dari SOLOPEDULI dan juga SAR,” terang Endro Susanto, perwakilan Lanud Adi Soemarmo.

    dok.humas: Tim SIGAB SOLOPEDULI menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Sumatra di Bandara Adi Soemarmo

    Selain bantuan logistik, masyarakat di wilayah terdampak saat ini juga sangat membutuhkan air bersih, alat kebersihan, makanan, dan bantuan kesehatan.

    SOLOPEDULI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menebarkan kepedulian dengan membuka donasi kemanusiaan bagi saudara-saudara di Sumatra.

    Mari terus bergerak bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kepedulian bagi mereka yang terdampak bencana di Sumatra.(snk)

  • SOLOPEDULI Salurkan Bantuan Darurat Untuk Penyintas Banjir Aceh Di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen

     

    SOLOPEDULI kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana dengan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak banjir besar di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Bantuan ini disalurkan oleh tim relawan SIGAB SOLOPEDULI Aceh ke dua titik terdampak, yakni Desa Lapang Timu dan Desa Keude Lapang, dua wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir yang melanda Aceh pada 26 November 2025.

    Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap: di Desa Lapang Timu pada 3 Desember 2025 dan di Desa Keude Lapang pada 4 Desember 2025. Banjir yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi selama satu pekan tersebut menggenangi 18 kabupaten/kota di Aceh dan menjadi salah satu banjir terbesar di akhir tahun. Di Gandapura, ketinggian air bahkan sempat melebihi dua meter, merusak rumah warga, fasilitas umum, serta memutus akses jalan dan jaringan komunikasi.

    Penyaluran Bantuan Darurat

    dok.humas

    Dalam aksi tanggap cepat ini, relawan SOLOPEDULI menyalurkan paket bantuan sembako darurat berisi beras, mi instan, telur, dan roti kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat terbatasnya akses logistik. Di Desa Keude Lapang, tim juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang rumahnya berada tepat di tepi aliran sungai jembatan Pusong. Dua rumah di lokasi tersebut terpantau memiliki risiko tinggi terseret arus, namun masih bertahan meski mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

    Tim relawan turut menemui keluarga pemilik rumah yang sedang bergantian membersihkan bangunan, mengingat orang tua mereka masih mengungsi di tempat yang lebih aman. Kondisi serupa ditemukan di Desa Lapang Timu, di mana banyak rumah terendam dan barang-barang hanyut terbawa banjir.

    Salah satu penyintas, Muflihah, warga Desa Keede Lapang, menceritakan pengalaman pedihnya saat banjir menerjang.

    “Rumah saya hampir hanyut. Air naik lebih dari dua meter hingga menyentuh ventilasi atas pintu dan seluruh barang-barang hanyut. Kami bahkan sudah tidak memiliki kasur untuk tidur. Terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur. Bantuan ini bukan hanya meringankan kebutuhan kami, tetapi juga menguatkan hati kami untuk tetap tegar. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan dibalas Allah dengan pahala berlipat,” ungkapnya haru.

    Sebelumnya, perwakilan warga Desa Lapang Timu juga menyampaikan apresiasi serupa atas hadirnya bantuan SIGAB SOLOPEDULI di tengah kesulitan yang mereka hadapi.

    Kendala Lapangan dan Kebutuhan Mendesak

    Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, tim SOLOPEDULI menghadapi sejumlah kendala, seperti sulitnya mendapatkan stok sembako di wilayah terdampak sehingga tim harus mencari pasokan ke luar daerah. Selain itu, akses jalan yang belum sepenuhnya aman dan terbatasnya jaringan komunikasi juga menjadi tantangan tersendiri.

    Di sela penyaluran bantuan, tim relawan juga melakukan pendataan kebutuhan mendesak warga, antara lain tambahan sembako, selimut, pakaian layak pakai, lemari pakaian, kasur, air bersih, serta obat-obatan. Kondisi kesehatan anak-anak dan lansia cukup memprihatinkan, dengan gejala demam, gatal-gatal, dan diare mulai menyebar di beberapa titik.

    Ajak Dermawan Menguatkan Solidaritas

    SOLOPEDULI mengajak masyarakat dan para dermawan untuk terus memperkuat solidaritas dan membantu warga Aceh yang kini berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Donasi dapat disalurkan melalui kanal resmi SOLOPEDULI agar bantuan dapat segera diteruskan kepada para penyintas yang membutuhkan.

  • Longsor Banjarnegara: SOLOPEDULI Lakukan Asesmen Dan Siap Salurkan Bantuan

     

    Bencana tanah longsor kembali mengguncang wilayah Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum sejak 15 November 2025. Peristiwa ini mengingatkan bahwa Banjarnegara bukan kali pertama mengalami musibah serupa. 

    “Di tahun 2014 ketika Banjarnegara longsor, SOLOPEDULI menerima donasi dari para donatur senilai Rp52 juta. SOLOPEDULI juga mengirimkan tim sukarelawan sebanyak 15 orang kesana untuk membantu evakuasi dan menyalurkan logistik,” ujar Harjito, selaku Chief Fundraising Officer. 

    Pada Desember 2025 lalu pun, SOLOPEDULI turut menyalurkan bantuan kepada warga ketika wilayah tersebut kembali diterjang longsor. Kini, SOLOPEDULI kembali bergerak cepat merespons situasi darurat yang masih berlangsung. Informasi kondisi terbaru bersumber dari laporan resmi Kepala Kantor SAR Semarang selaku SAR Mission Coordinator (22/11/2025) .

    Upaya SAR Masih Terus Berlangsung

    Tim SAR gabungan telah dikerahkan dan dibagi ke dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Pencarian dilakukan di tiga sektor utama, yakni Sektor A, Sektor B, serta Sektor C yang mencakup area kerja C1, C2, dan C3. Mengingat luasnya area terdampak, operasi SAR turut didukung penggunaan 23 unit ekskavator, 15 unit alkon, serta enam ekor anjing pelacak K-9.

    Hingga pembaruan laporan terakhir, Tim SAR berhasil mengevakuasi beberapa korban dari Sektor B, di antaranya korban meninggal dunia atas nama Aminah (90 tahun) serta satu korban perempuan yang masih dalam proses identifikasi. Selain itu, potongan tubuh (body part) juga ditemukan di lokasi yang sama.

    Data Korban dan Kendala Lapangan

    Jumlah korban selamat yang telah berhasil dievakuasi mencapai 50 orang. Adapun korban meninggal dunia tercatat sebanyak 12 orang, ditambah tiga bagian tubuh yang ditemukan. Sementara itu, 16 orang masih dinyatakan dalam pencarian.

    Proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keberadaan embung dari mata air di sekitar mahkota longsoran yang meningkatkan risiko longsor susulan, kondisi tanah yang masih labil dan menunjukkan pergerakan, retakan di sejumlah titik, serta cuaca yang tidak menentu. Luasnya area pencarian juga membuat operasi membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

    Total unsur personel yang terlibat dalam operasi ini mencapai 961 orang, terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, serta unsur potensi SAR dari berbagai instansi dan organisasi. Dukungan peralatan seperti rescue car, truk personel, perlengkapan ekstrikasi, HART, alat komunikasi, ambulans, serta ekskavator juga terus dimaksimalkan.

    SOLOPEDULI Bergerak: Asesmen, Bantuan Logistik, dan Trauma Healing

    Menanggapi kondisi darurat tersebut, SOLOPEDULI akan segera menurunkan tim program untuk melakukan asesmen kebutuhan masyarakat yang terdampak. Hasil sementara menunjukkan bahwa warga sangat membutuhkan bantuan logistik mendesak berupa:
    1. Sumber protein seperti telur, daging, ikan
    2. Perlengkapan mandi seperti sabun, pasta gigi, handuk, dan deterjen

    Selain menyalurkan bantuan logistik, SOLOPEDULI juga akan mengirimkan relawan untuk membantu proses distribusi di lapangan. Tidak hanya itu, tim trauma healing juga akan dipersiapkan guna mendampingi para penyintas yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

    Harapan dan Ajakan Kepedulian

    SOLOPEDULI mengajak sahabat peduli untuk bersama-sama membantu meringankan beban warga Dusun Situkung yang saat ini masih dalam kondisi darurat. Setiap bentuk dukungan baik donasi maupun doa sangat berarti bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan diri. Yuk bantu mereka. Karena peduli adalah solusi.


    sumber : Kepala Kantor SAR Semarang selaku SAR Mission Coordinator

  • Gunung Semeru Kembali Erupsi, SOLOPEDULI Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak

    Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada 19 November 2025, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai ±2.000 meter di atas puncak, condong ke utara dan barat laut. Aktivitas vulkanik meningkat tajam, dan pada Kamis (20/11/2025), status Semeru resmi dinaikkan menjadi Level IV (Awas) setelah tercatat 32 kali gempa guguran serta 25 kali gempa erupsi dalam rentang enam jam.

    Dampak Erupsi: Warga Mengungsi, Korban Luka Mulai Berdatangan

    Hingga laporan terakhir, ada dua kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Sedangkan untuk korban jiwa, setidaknya 956 jiwa mengungsi dari wilayah terdampak, sementara proses pendataan masih berlangsung. Erupsi kali ini juga menyebabkan tiga warga mengalami luka bakar dan total warga terdampak sementara ini mencapai ±959 orang.

    Cerita dari Lokasi: Relawan SOLOPEDULI Sampaikan Kondisi Terkini

    Dari Lumajang, Irmanto, relawan SIGAB SOLOPEDULI, melaporkan bahwa lebih dari 100 rumah warga di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kec. Candipuro, Kab. Lumajang, tenggelam akibat terjangan pasir lahar dingin. Lahan pertanian pun ikut tertimbun.

    Irmanto bukanlah sosok baru dalam perjuangan Semeru. Ia merupakan korban erupsi 2021 yang kemudian bangkit menjadi relawan SOLOPEDULI. Pada tahun yang sama, ia juga menerima manfaat program pemberdayaan SOLOPEDULI memberikan 15 ekor kambing kepada kelompok tani Desa Sumberrejo. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi 21 ekor.

    “Ada banyak rumah habis total tertimbun pasir. Warga butuh bantuan untuk bersih-bersih dan makanan siap saji. Kondisi di sini cukup memprihatinkan,” ujar Irmanto dari lokasi kejadian.

    Tindak Lanjut SOLOPEDULI: Bergerak Lagi untuk Semeru

    Sebagai lembaga kemanusiaan yang turut hadir membantu erupsi Semeru pada tahun 2021, SOLOPEDULI kembali mengambil langkah cepat dalam respon bencana tahun ini. Upaya yang dilakukan meliputi:

    1. Mengirimkan Bantuan Logistik : Sore ini (20/11/2025), bantuan pertama diberangkatkan menuju Lumajang berupa abon Djoss siap santap yakni Abon Djoss Kambing, dan Abon Djoss Sapi. Produk makanan siap saji ini dipilih untuk membantu para pengungsi yang membutuhkan makanan cepat, praktis, dan tahan lama.

    2. Mengirimkan Relawan SIGAB SOLOPEDULI
    Dua Relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta mendukung kebutuhan darurat warga.

    Kebutuhan Mendesak di Lapangan
    Saat ini warga membutuhkan:
    1. Logistik makanan siap saji
    2. Pakaian layak pakai
    3. Relawan tambahan untuk evakuasi dan pembersihan

    Mari Ulurkan Kepedulian

    Perkiraan kerugian diprediksi mencapai angka besar dan proses pemulihan kemungkinan memakan waktu panjang. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meringankan beban warga yang terdampak. 

    SOLOPEDULI membuka pintu penghimpunan donasi untuk membantu pemulihan Semeru.
    Setiap kontribusi akan sangat berarti bagi para penyintas yang sedang berjuang memulai kembali kehidupan mereka. Klik di sini untuk donasi sekarang. Karena peduli adalah solusi. 

  • Cilacap Longsor, SIGAB SOLOPEDULI Bantu Evakuasi Dan Salurkan Logistik Makanan

     

    Tim SIGAB (Aksi Tanggap Bencana) Solopeduli membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada 10–11 November 2025, setelah wilayah tersebut dilanda longsor akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari. Aksi cepat ini dilakukan dengan menerjunkan tiga relawan yang dipimpin oleh Sutarno untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara tepat dan menyeluruh.

    Bencana longsor terjadi ketika material tanah menutup akses utama warga, merusak permukiman, dan menimbun sejumlah rumah. Dua dusun yang mengalami kerusakan paling parah adalah Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

    dok.humas: Relawan Sigab SOLOPEDULI membantu proses evakuasi korban tanah longsor

    Sebanyak 269 keluarga tercatat terdampak langsung dan banyak di antaranya terpaksa mengungsi. Mayoritas warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat karena kondisi lingkungan tidak aman, sementara lainnya memanfaatkan Balai Desa Cibeunying dan gedung MTs setempat sebagai lokasi pengungsian.

    Kebutuhan logistik harian mulai menipis pada hari-hari awal pascabencana. Untuk itu, SOLOPEDULI melakukan respons cepat dengan menurunkan tim lapangan dan relawan SIGAB. Bantuan disalurkan langsung melalui pos penanganan bencana yang telah dibentuk di wilayah terdampak.

    Paket bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, Abon Djoss, dan lauk siap santap. Dalam proses distribusi bantuan, Sutarno, menyampaikan rasa harunya saat melihat kondisi warga yang terdampak.

    dok.humas: Abon Djoss dan bantuan sembako untuk para warga korban terdampak longsor

    “Saat kami tiba, kami melihat warga berusaha tetap tegar di tengah situasi yang sangat berat. Kami hanya ingin hadir dan membantu sebisanya. Semoga bantuan sederhana ini bisa menjadi penguat bagi warga untuk kembali bangkit,” ungkapnya.

    Mustangin, salah satu perwakilan warga penerima bantuan, turut menyampaikan rasa terima kasih.

    “Terima kasih SOLOPEDULI atas perhatian dan bantuannya untuk warga kami. Bantuan ini sangat membantu di tengah kondisi yang sulit,” ungkapnya.

    Hingga berita ini diturunkan, tercatat 18 warga meninggal dunia dan 5 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Pemantauan dan upaya penanganan lanjutan terus dilakukan oleh berbagai pihak.

    Aksi cepat ini menjadi bukti komitmen SOLOPEDULI untuk hadir dalam situasi krisis, menjaga nilai gotong royong, serta memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.

    Mari bersama ulurkan bantuan sahabat peduli di sini.

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 03 Desember 2025

Bismillah semoga bermanfaat

Hamba Allah

  • Rp 85.000

  • 20 November 2025