Bedanya Puasa Tasua Dan Asyura: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Dan Keutamaannya

Puasa Tasua dan Asyura merupakan dua amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam bulan Muharram. Meski keduanya sering disebut bersamaan, sebenarnya terdapat perbedaan penting yang perlu dipahami oleh umat Muslim. Memahami bedanya puasa tasua dan asyura akan membantu kita menjalankannya dengan lebih tepat dan penuh kesadaran.

Bedanya puasa tasua dan asyura dalam Pengertian dalam Islam

Secara pengertian, puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dalam kalender Hijriyah. Sementara itu, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Dalam sejarahnya, puasa Asyura sudah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW ketika beliau melihat kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada hari ke-10 Muharram sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS. Rasulullah SAW kemudian menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa di hari tersebut.

Sedangkan puasa Tasua dianjurkan sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi, sekaligus penyempurna puasa Asyura agar umat Islam tidak hanya berpuasa di satu hari saja.

Bedanya puasa tasua dan asyura dalam Waktu Pelaksanaan dan Latar Sejarahnya

Perbedaan paling jelas dari bedanya puasa tasua dan asyura terletak pada waktu pelaksanaannya:

1. Puasa Tasua: dilaksanakan pada 9 Muharram
2. Puasa Asyura: dilaksanakan pada 10 Muharram

Dari sisi sejarah, puasa Asyura memiliki latar belakang peristiwa besar, yaitu keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun. Peristiwa ini menjadi momen syukur yang kemudian dijadikan puasa sunnah oleh Rasulullah SAW.

Sementara puasa Tasua muncul sebagai anjuran tambahan dari Rasulullah SAW agar umat Islam berbeda dari kebiasaan kaum lain (Yahudi) yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Dengan demikian, puasa Tasua menjadi pelengkap yang menunjukkan identitas umat Islam dalam beribadah.

Bedanya puasa tasua dan asyura serta Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam

Dalam hal keutamaan, puasa Asyura memiliki keistimewaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Sementara puasa Tasua juga memiliki keutamaan sebagai penyempurna ibadah dan bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam membedakan diri dari amalan umat lain.

Beberapa amalan yang dianjurkan saat 9 dan 10 Muharram antara lain:

1. Berpuasa dengan niat ikhlas karena Allah SWT
2. Memperbanyak doa dan dzikir
3. Bersedekah kepada sesama
4. Meningkatkan ibadah sunnah lainnya seperti membaca Al-Qur’an

Dengan melaksanakan keduanya, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala puasa, tetapi juga nilai spiritual berupa keteladanan dan ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW.

Penutup

Memahami bedanya puasa tasua dan asyura membantu kita menjalankan ibadah sunnah ini dengan lebih baik. Keduanya saling melengkapi dan memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam, terutama di bulan Muharram yang penuh keberkahan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kita juga dapat menambah amalan dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, salah satunya anak-anak yatim.

Mari sempurnakan ibadah kita dengan berbagi kebaikan melalui SOLOPEDULI.