Mimpi buruk merupakan pengalaman yang hampir pernah dialami setiap orang. Tidak sedikit yang merasa takut, cemas, bahkan khawatir bahwa mimpi tersebut menjadi pertanda buruk. Dalam Islam, mimpi memiliki penjelasan tersendiri sehingga seorang Muslim diajarkan untuk menyikapinya dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Lantas, ketika mimpi buruk apa yang harus dilakukan? Islam telah memberikan panduan berupa doa dan adab yang dapat diamalkan agar hati menjadi tenang serta terhindar dari bisikan setan. Simak penjelasannya berikut ini.
Mimpi Buruk dalam Islam: Pengertian dan Penyebabnya
Dalam Islam, mimpi buruk dikenal sebagai mimpi yang menimbulkan rasa takut, sedih, gelisah, atau tidak nyaman ketika seseorang terbangun. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi yang dialami manusia terbagi menjadi beberapa jenis.
Mimpi yang baik berasal dari Allah SWT sebagai kabar gembira bagi hamba-Nya. Sebaliknya, mimpi buruk berasal dari setan yang bertujuan membuat seorang Muslim merasa sedih, takut, dan kehilangan ketenangan. Selain itu, ada pula mimpi yang muncul karena bunga tidur, yaitu gambaran dari pikiran, aktivitas, atau perasaan seseorang yang terbawa hingga saat tidur.
Rasulullah SAW bersabda:
"Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk berasal dari setan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak perlu langsung mempercayai atau menafsirkan setiap mimpi buruk sebagai pertanda akan terjadinya musibah. Justru, Islam mengajarkan agar umatnya berlindung kepada Allah SWT dan tidak membiarkan rasa takut menguasai hati.
Ketika Mimpi Buruk, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Doa dan Adab yang Dianjurkan
Jika mengalami mimpi buruk, Rasulullah SAW mengajarkan beberapa adab yang sebaiknya dilakukan agar gangguan tersebut tidak memberikan dampak buruk bagi diri seseorang.
1. Membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah
Ketika terbangun karena mimpi buruk, hendaknya segera membaca ta'awudz:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"A'ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm."
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
Selain itu, dianjurkan memperbanyak istigfar dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari keburukan mimpi tersebut.
2. Meludah ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali
Dalam hadis sahih dijelaskan bahwa seseorang yang mengalami mimpi buruk dianjurkan meludah ringan (tanpa mengeluarkan ludah) ke arah kiri sebanyak tiga kali. Hal ini merupakan salah satu bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW untuk mengusir gangguan setan.
3. Memohon perlindungan dari gangguan setan
Setelah membaca ta'awudz, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak zikir dan memohon agar Allah SWT melindunginya dari tipu daya setan serta segala keburukan yang mungkin ditimbulkan.
4. Mengubah posisi tidur atau melaksanakan salat
Apabila rasa takut masih terasa, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengubah posisi tidur. Jika memungkinkan, bangun untuk berwudu kemudian melaksanakan salat dua rakaat agar hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat kepada Allah SWT.
5. Tidak menceritakan mimpi buruk kepada orang lain
Salah satu adab penting setelah mengalami mimpi buruk adalah tidak menceritakannya kepada siapa pun. Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila seseorang melakukan adab-adab tersebut, maka mimpi buruk itu tidak akan membahayakannya. Dengan demikian, seorang Muslim tidak perlu menyebarkan rasa takut akibat mimpi yang dialaminya.
Hikmah Menyikapi Mimpi Buruk dengan Iman dan Tawakal kepada Allah
Mengalami mimpi buruk bukan berarti Allah SWT sedang memberikan hukuman atau memastikan akan terjadi musibah. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tetap beriman, bertawakal, dan tidak berprasangka buruk kepada Allah.
Salah satu cara menjaga ketenangan hati adalah memperbanyak zikir dan doa sebelum tidur. Rasulullah SAW mencontohkan membaca Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum beristirahat sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan.
Selain itu, menjaga kualitas ibadah sehari-hari juga menjadi benteng bagi seorang Muslim. Salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan memperbanyak doa akan membuat hati lebih tenteram sehingga tidak mudah dihantui rasa takut akibat mimpi buruk.
Yang tidak kalah penting, setiap Muslim hendaknya selalu bertawakal kepada Allah SWT. Apa pun yang terjadi berada dalam kehendak-Nya, sehingga mimpi buruk tidak semestinya membuat seseorang kehilangan harapan atau dihantui kecemasan berlebihan. Berprasangka baik kepada Allah merupakan salah satu bentuk keimanan yang akan menghadirkan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Penutup
Mimpi buruk merupakan bagian dari pengalaman manusia yang telah dijelaskan dalam ajaran Islam. Ketika mengalaminya, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca doa, memohon perlindungan kepada Allah, meludah ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali, mengubah posisi tidur atau melaksanakan salat, serta tidak menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, hati akan menjadi lebih tenang dan terhindar dari rasa takut yang berlebihan.
Sebagai Muslim, kita juga dianjurkan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir, doa, dan membaca Al-Qur'an. Salah satu bentuk ikhtiar untuk memperluas syiar Al-Qur'an adalah dengan berpartisipasi dalam program wakaf atau sedekah Al-Qur'an bagi para penghafal Al-Qur'an dan mereka yang membutuhkan.
Mari ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak mushaf Al-Qur'an untuk para santri dan hafiz Al-Qur'an melalui program Sedekah Al-Qur'an untuk Hafidz Qur'an. Salurkan kontribusi terbaik Anda di SOLOPEDULI. Semoga setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an yang Anda sedekahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat.