Sebagai lembaga amil zakat, SOLOPEDULI menjalankan amanah penyaluran bantuan kepada para mustahik sekaligus pendampingan bagi keluarga prasejahtera melalui Program Paket Keluarga Bahagia (PKB). Kali ini, bantuan disalurkan kepada keluarga Ibu Nindya, warga Dukuh Karangmojo, Desa Sabang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Senin (2/2/2026).
Ibu Nindya merupakan seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengasuh dua anaknya yang masih balita, masing-masing berusia 5 tahun dan 9 bulan. Bersama suami dan kedua anaknya, ia tinggal di rumah peninggalan mertua yang telah ditempati sekitar satu tahun terakhir.
dok.humas: Kondisi rumah Ibu Nindya yang sudah tua dan reyot
Kondisi ekonomi keluarga saat ini bergantung pada penghasilan suami Ibu Nindya yang bekerja sebagai karyawan toko sembako di Pakis, Klaten, sejak dua bulan terakhir. Dengan penghasilan harian yang terbatas, pendapatan tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan dasar keluarga, terlebih dengan tanggungan anak yang masih bayi dan balita.
Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga Ibu Nindya tetap berupaya bangkit dengan merencanakan usaha kecil berupa berjualan pentol dan es keliling. Namun, keterbatasan modal dan aset menjadi kendala tersendiri, mengingat keluarga hanya memiliki satu unit sepeda yang akan digunakan sebagai sarana berjualan.
Adapun kebutuhan rutin keluarga Ibu Nindya meliputi biaya makan sekitar Rp15.000 per hari, susu anak Rp12.000 per hari, pampers Rp16.000 setiap tiga hari, biaya listrik Rp20.000 per minggu, SPP sebesar Rp65.000, serta iuran warga Rp40.000 setiap tiga bulan. Kondisi ini menjadikan pemenuhan kebutuhan sehari-hari sebagai tantangan tersendiri bagi keluarga.
Melalui Program Paket Keluarga Bahagia, SOLOPEDULI menyalurkan bantuan kebutuhan dasar guna meringankan beban hidup keluarga sekaligus memberikan penguatan moral agar tetap semangat menjalani kehidupan.
Ibu Nindya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada SOLOPEDULI. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan tim yang sudah peduli dengan kondisi keluarga kami,” ungkapnya.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, SOLOPEDULI juga melakukan asesmen lanjutan terhadap suami Ibu Nindya yang memiliki niat kuat untuk berjualan cilok keliling. Ke depan, SOLOPEDULI berencana menyalurkan bantuan UMKM berupa bahan dan peralatan untuk usaha sebagai langkah pemberdayaan ekonomi keluarga agar lebih mandiri.
Penyaluran Paket Keluarga Bahagia dilakukan langsung oleh Razky, Tim Program SOLOPEDULI, yang datang ke kediaman Ibu Nindya.
“Kami tidak hanya menyalurkan paket bantuan, tetapi juga ingin menghadirkan harapan dan semangat baru. Keluarga Ibu Nindya memiliki kemauan kuat untuk bangkit dan mandiri. Insyaallah, melalui pendampingan dan bantuan UMKM, kami berharap keluarga ini dapat memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan,” tutur Razky.
Melalui Program Paket Keluarga Bahagia dan dukungan pemberdayaan UMKM, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi keluarga prasejahtera agar mampu bangkit dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.(snk)