SOLOPEDULI menunjukkan aksi siaga bencana dengan merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Solo Raya akibat hujan deras sejak Selasa malam (14/04/2026). Tim langsung diterjunkan ke lokasi terdampak di wilayah Grogol, Sukoharjo, serta Serengan, Solo, guna menyalurkan bantuan dan membantu kebutuhan warga, pada Rabu pagi (15/04/2026).
Dipimpin oleh Chief Fundraising Officer SOLOPEDULI, Harjito, dan tim SOLOPEDULI, turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan logistik sekaligus membuka dapur umum di titik terdampak. Bantuan logistik yang disalurkan berupa abon siap makan dan mie instan guna memenuhi kebutuhan konsumsi warga.
Aksi pertama dilakukan di wilayah Pondongan, RT 01 RW 06, Banaran, Grogol, Sukoharjo, tercatat sebanyak 10 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa akibat meluapnya Sungai Ngingas. Sebanyak 10 kepala keluarga terpaksa mengungsi di masjid setempat dari total 65 kepala keluarga di wilayah tersebut.
dok.humas: Penyaluran bantuan oleh Harjito (CFO SOLOPEDULI) kepada Sukendar selaku Ketua Pondongan, RT 01 RW 06, dilokasi pengungsian
Ketua RT 01, Sukendar, menyampaikan kondisi warganya yang terdampak cukup parah, "Air naik sampai sepinggang orang dewasa, terutama di bantaran Sungai Ngingas. Ada 10 KK yang harus mengungsi di masjid karena rumah mereka terdampak cukup parah."
Harjito menegaskan bahwa SOLOPEDULI berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, "Kami bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan warga terdampak. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah."
Selain di Grogol, aksi siaga bencana yang kedua juga dilakukan di wilayah Tipes, Serengan. Bersama pihak kecamatan dan Babinkamtibmas, dapur umum didirikan untuk melayani kebutuhan warga terdampak di empat RW, dengan kapasitas hingga 500 porsi makanan per hari. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh meluapnya Kali Jenes, dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.
Di wilayah Tipes sendiri, ratusan kepala keluarga terdampak banjir tersebar di empat RW, meskipun tidak ada warga yang mengungsi. SOLOPEDULI menyalurkan bantuan berupa 4 dus abon dan 20 dus mie instan untuk membantu kebutuhan warga.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Banaran, Polsek Grogol, Polres Sukoharjo Aiptu Fajar Santoso, S.H., melaporkan kondisi terkini di lapangan yang masih belum kondusif.
"Saat ini kami bersama SOLOPEDULI berada di Pondongan, Banaran, Grogol. Kondisi air masih cukup tinggi dan aliran sungai masih tersumbat sampah di bawah jembatan. Warga juga masih bergotong royong membersihkan agar arus air kembali lancar," lapornya.
"Dari SOLOPEDULI telah menyalurkan bantuan berupa abon dan mie instan kepada warga terdampak di lokasi ini," imbuhnya.
Aksi cepat SOLOPEDULI ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus menguatkan semangat gotong royong antara relawan, aparat, dan warga dalam menghadapi situasi darurat.(snk)