Menembus Akses Sungai Daerah 3T, SOLOPEDULI Bagikan Abon Djoss Qurban Untuk Warga Pelosok Demak

SOLOPEDULI menyalurkan kebahagiaan melalui berbagi Abon Djoss bagi warga Dukuh Seklenting, Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Di wilayah terpencil yang sulit dijangkau tersebut, tim SOLOPEDULI hadir membawa 100 paket Abon Djoss sapi dan domba sebagai bentuk inovasi penyaluran manfaat qurban agar dapat dirasakan hingga pelosok daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), pada Kamis (07/05/2026).

Perjalanan menuju Dukuh Seklenting bukanlah hal yang mudah. Tim harus menyeberang menggunakan kapal atau perahu selama kurang lebih 30 menit atau melalui akses darat menggunakan sepeda motor sejauh 4 kilometer. Jalan yang dilalui hanya cukup untuk satu motor, dengan kondisi kanan-kiri berupa sungai dan tambak yang berisiko membahayakan apabila pengendara tidak berhati-hati.

Meski akses menuju wilayah tersebut penuh tantangan, semangat tim SOLOPEDULI untuk menyebarkan manfaat qurban tidak surut. Setibanya di lokasi, tim langsung mendatangi rumah-rumah warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya para lansia dan fakir miskin. Penyaluran dilakukan secara langsung agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

dok.humas: Tim SOLOPEDULI membagikan Abon Djoss Qurban untuk warga Seklenting

Dukuh Seklenting sendiri merupakan kawasan padat penduduk yang terdiri dari empat RT. Mayoritas warganya bekerja sebagai nelayan ikan dan mengandalkan kapal serta sepeda motor sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Keterbatasan akses membuat masyarakat di sana cukup sulit menjangkau fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, dan layanan lainnya.

Kehadiran Abon Djoss menjadi pengalaman baru yang membahagiakan bagi anak-anak di Dukuh Seklenting. Banyak dari mereka baru pertama kali mencicipi abon sapi dan domba. Antusiasme terlihat begitu besar saat paket dibagikan. Anak-anak tampak berebut ingin segera menikmati abon tersebut sambil berulang kali mengatakan bahwa rasanya sangat enak.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Nuryanto, menyampaikan rasa syukur dan harunya atas bantuan yang diberikan.

“Kami warga di sini sangat asing dengan abon sapi dan domba. Sehari-hari kami makannya ya dari sungai, tidak pernah makan daging apalagi abon,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa saat Idul Adha tiba, jumlah hewan qurban yang masuk ke wilayah tersebut sangat sedikit. Kondisi geografis yang terisolasi membuat Dukuh Seklenting menjadi salah satu daerah yang minim distribusi hewan qurban, baik sapi maupun domba.

Melalui program Abon Djoss, SOLOPEDULI berupaya menghadirkan inovasi penyaluran qurban agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini jarang tersentuh distribusi daging qurban. Tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, program ini juga membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi warga yang hidup di tengah keterbatasan akses dan fasilitas.

Masyarakat yang ingin turut menghadirkan kebahagiaan qurban hingga ke pelosok negeri dapat menyalurkan qurbannya bersama SOLOPEDULI melalui Qurban Sampai Pelosok Negeri.(snk)