Jelang Idul Adha, SOLOPEDULI Gelar Pelatihan Manajemen Qurban Untuk 100 Takmir Masjid Di Karanganyar

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, SOLOPEDULI menggelar Pelatihan Manajemen Qurban bagi para takmir masjid di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nur Hidayah Benowo dan diikuti lebih dari 100 peserta dari perwakilan 52 masjid se-Desa Ngringo.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Desa Ngringo, Juleha Surakarta, dan SOLOPEDULI. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pertemuan rutin Takmir Masjid se-Desa Ngringo yang kali ini dikemas lebih istimewa menjelang momentum Idul Adha.

Materi pelatihan berfokus pada edukasi manajemen qurban dan teknis penyembelihan hewan sesuai syariat Islam serta standar nasional SKKNI Nomor 147 Tahun 2022 tentang Penyembelihan Hewan Halal. Standar tersebut merupakan acuan resmi yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan bagi profesi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Indonesia agar proses penyembelihan memenuhi aspek syar’i sekaligus higienis.

Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari fiqih qurban, standar personal juru sembelih halal, penerapan ihsan terhadap hewan, manajemen risiko, hingga praktik teknis penyembelihan. Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik penggunaan pisau, teknik menguji ketajaman, tali-temali, hingga simulasi penyembelihan sesuai standar halal.

dok.humas: Pelatihan Manajemen Qurban kepada 100 Takmir Masjid Ngringo, Karanganyar

Kepala Cabang SOLOPEDULI Solo, Febrianzah, menyampaikan bahwa pelatihan ini diadakan agar setiap masjid memiliki juru sembelih yang memahami ilmu penyembelihan secara benar, bukan hanya bermodal keberanian.

“Kami ingin setiap masjid atau instansi memiliki juru sembelih yang memahami ilmu dan standar penyembelihan halal dengan baik, bukan hanya berdasarkan keberanian semata. Harapannya, pelaksanaan ibadah qurban di masjid-masjid dapat berjalan aman, lancar, tertib, serta benar-benar sesuai syariat. Menyembelih itu titik kritis antara halal dan haram, sehingga harus dilakukan dengan ilmu dan kehati-hatian,” ujar Febrianzah.

Ketua Juleha Surakarta, Muhammad Jamuri atau yang akrab disapa Ustadz Mehmed, turut memberikan materi teknis penyembelihan halal sesuai standar SKKNI. Sementara itu, Ketua DMI Desa Ngringo, Anas Kamaludin, menyambut baik sinergi pelatihan ini karena dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman para takmir masjid terkait pengelolaan ibadah qurban.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh takmir masjid di Desa Ngringo semakin tertib, profesional, dan berhati-hati dalam pelaksanaan ibadah qurban sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan tenang.(snk)