Pengolahan Abon Qurban SOLOPEDULI Higienis Dan Disalurkan Hingga Masyarakat 3T

Pada Tasyrik hari pertama Idul Adha 1447 Hijriyah, Kamis (28/5/2026), tim Qurban SOLOPEDULI melaporkan langsung proses pengolahan hewan qurban di rumah produksi abon qurban di Boyolali. Sebelumnya, tim juga telah berada di rumah pemotongan hewan qurban domba milik SOLOPEDULI untuk menyaksikan secara langsung proses penyembelihan yang dilakukan sesuai syariat Islam.

Melalui rangkaian pelaporan ini, SOLOPEDULI menunjukkan proses pengelolaan qurban yang terintegrasi mulai dari penyembelihan, pengolahan daging, hingga menjadi abon qurban yang siap didistribusikan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Rumah produksi abon tersebut menjadi pusat pengolahan daging qurban menjadi abon yang praktis, tahan lama, dan mudah didistribusikan ke berbagai wilayah pelosok Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Dalam proses produksinya, daging qurban yang sebelumnya dipotong di rumah pemotongan hewan dibawa menuju rumah produksi abon untuk diolah secara higienis dan modern. Seluruh karyawan menggunakan perlengkapan standar kebersihan seperti topi, masker, sarung tangan, dan pakaian khusus produksi.

Proses abonisasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari merebus daging, menyuir daging, mencampurkan bumbu, menggoreng, mengeringkan menggunakan mesin spinner, hingga proses pengemasan ke dalam kemasan siap distribusi.

Menariknya, pada tahap penggorengan, tim produksi masih menggunakan kayu bakar agar menghasilkan tekstur abon yang lebih renyah dan cita rasa yang lebih nikmat. Seluruh proses dilakukan secara steril demi menjaga kualitas dan keamanan produk.

dok.humas: Proses Penggorengan Abon


dok.humas: Proses Pengeringan Abon

Program Qurban Abon SOLOPEDULI menjadi salah satu inovasi distribusi dan pengawetan daging qurban yang telah sesuai dengan Fatwa MUI. Inovasi ini awalnya dikembangkan pada masa pandemi Covid-19 ketika distribusi daging mengalami berbagai keterbatasan akibat pembatasan wilayah.

Selain menjaga nilai gizi dan manfaat hewan qurban, pengolahan menjadi abon juga memudahkan proses pendistribusian sehingga manfaat qurban dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan tepat sasaran.

Hingga hari Tasyrik pertama, SOLOPEDULI telah menerima sebanyak 134 ekor sapi dan 355 ekor domba dari para sohibul qurban. Dalam pelaksanaannya, SOLOPEDULI menyediakan dua jenis layanan qurban, yaitu qurban abon dan qurban konvensional.

Salah satu sohibul qurban, Endang Setyowati, mengaku tertarik dengan inovasi qurban abon yang dihadirkan SOLOPEDULI.

“Saya belum pernah merasakan abon domba. Baru di SOLOPEDULI ini saya bisa berqurban dan dibuat abon,” ujarnya saat diwawancarai tim.

Ia juga mengaku senang karena distribusi qurban SOLOPEDULI dinilai lebih tepat sasaran hingga menjangkau masyarakat pelosok.

“Karena di SOLOPEDULI pendistribusiannya sampai ke pelosok-pelosok, jadi saya senang karena bisa tepat sasaran. Kalau di daerah perkotaan mungkin masyarakat sudah sering menikmati daging sapi atau kambing saat Idul Adha, tetapi di pelosok masih banyak yang jarang merasakannya,” tambahnya.

Melalui inovasi Qurban Abon, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas, tahan lama, dan dapat dinikmati masyarakat di berbagai penjuru negeri.

Mari terus tebarkan manfaat qurban bersama SOLOPEDULI, agar kebaikan yang kita tunaikan hari ini dapat menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di seluruh Indonesia.(snk)