Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas dan keamanan daging qurban yang diamanahkan oleh para sohibul qurban, SOLOPEDULI melaksanakan proses penyembelihan hewan qurban sapi melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga. Seluruh proses dilakukan dengan standar higienis, modern, dan sesuai syariat Islam sehingga menghasilkan produk qurban yang aman serta bermanfaat bagi masyarakat penerima manfaat.
Pada pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, sebanyak 133 ekor sapi qurban (Hari H Qurban hingga hari ketiga tasyrik) yang diamanahkan kepada SOLOPEDULI oleh para sohibul qurban disembelih melalui RPH Salatiga. Seluruh sapi tersebut kemudian diolah menjadi abon sapi yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Indonesia.
Proses penyembelihan di RPH Salatiga dilakukan dengan dukungan fasilitas modern yang membantu pelaksanaan penyembelihan secara efektif, aman, dan higienis. Setelah proses penyembelihan selesai, hewan qurban dikuliti dan dipisahkan antara daging dan tulangnya. Selanjutnya, daging dipilah kembali dengan memisahkan bagian lemak sehingga menghasilkan daging berkualitas untuk proses pengolahan berikutnya.
dok.humas: Rumah Pemotongan Hewan Qurban di Salatiga
Daging sapi yang telah melalui proses seleksi tersebut kemudian dikirim ke rumah produksi abon SOLOPEDULI di Boyolali. Di tempat inilah daging qurban diolah menjadi abon yang memiliki daya simpan lebih lama dan mudah didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Dalam setiap tahapan proses di RPH Salatiga, SOLOPEDULI memastikan penerapan standar kebersihan yang ketat. Para petugas menggunakan perlengkapan kerja yang steril, seperti sarung tangan, penutup kepala, celemek dan masker. Penerapan prosedur tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas daging agar tetap bersih, higienis, dan layak konsumsi.
Chief Program Officer SOLOPEDULI, Megawati Nurjannah, menyampaikan bahwa proses pengolahan qurban menjadi abon merupakan salah satu ikhtiar untuk memperluas manfaat qurban. Dengan bentuk abon, daging qurban dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh dan bertahan lebih lama dibandingkan distribusi daging segar.
"Hewan qurban yang diamanahkan oleh para sohibul qurban kepada SOLOPEDULI tidak hanya disalurkan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga diolah menjadi abon agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah 3T yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap daging qurban," jelasnya.
Hingga berakhirnya hari tasyrik, tercatat sebanyak 595 sohibul qurban sapi dan domba telah mengamanahkan ibadah qurbannya melalui SOLOPEDULI. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan masyarakat kepada SOLOPEDULI untuk mengelola dan menyalurkan qurban secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui program Abon Qurban, SOLOPEDULI berharap manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di daerah pelosok, perbatasan, kepulauan, serta wilayah yang jarang menerima distribusi hewan qurban.
Bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan ibadah qurban lebih awal, SOLOPEDULI juga telah membuka Program Tabungan Qurban. Program ini dihadirkan untuk membantu sahabat peduli merencanakan dan mewujudkan qurban tahun depan secara lebih ringan dan terencana.
Dengan semangat menghadirkan manfaat qurban hingga pelosok negeri, SOLOPEDULI terus berupaya menjaga amanah para sohibul qurban melalui proses pengelolaan yang profesional, higienis, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.(snk)