Sumur Mulai Mengering, SOLOPEDULI Hadir Bawa 36.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Wonogiri

Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, membuat masyarakat harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dirasakan warga Dusun Weru, Kelurahan Songbledek, Kecamatan Paranggupito, serta Dusun Gunungan, Kelurahan Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro.

Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Cafe 2020 MDPL bersinergi menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 36.000 liter air bersih disalurkan kepada 70 kepala keluarga atau sekitar 280 penerima manfaat di dua wilayah tersebut. Rinciannya, sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk warga Dusun Weru melalui empat tangki hasil kolaborasi SOLOPEDULI dan Cafe 2020 MDPL. Sementara itu, sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Gunungan melalui dua tangki air dari SOLOPEDULI.

Penyaluran bantuan ini dikomandani oleh Kepala Cabang Solopeduli Wonogiri, Sumarno, bersama tim program SOLOPEDULI, Ivan.

dok.humas: Warga Mengambil Air Bersih dari Tangki SOLOPEDULI dan Cafe 2020 MDPL

Bagi warga, bantuan air bersih menjadi sangat berarti karena sumber air yang tersedia di sekitar permukiman belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya dirasakan oleh Mbah Taniyem, warga Dusun Gunungan, Pracimantoro, Wonogiri.

Ia menuturkan bahwa masyarakat di wilayahnya masih mengandalkan sumur umum untuk mendapatkan air. Bahkan, warga harus membayar untuk mengambil air dari sumber tersebut.

“Air di sini dari utara tidak sampai ke sini. Kami hanya mengandalkan sumur umum, tetapi juga harus membayar. Biasanya air berasal dari daerah Pok Gunung yang letaknya cukup jauh di sebelah utara. Saya mengambil air dari sumur ini, tetapi harus membayar,” tutur Mbah Taniyem.

Menurutnya, air yang diperoleh digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak hingga mencuci.

“Air ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti memasak dan mencuci,” imbuhnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Tidak hanya untuk kebutuhan minum, ketersediaan air juga sangat penting untuk menunjang aktivitas rumah tangga dan menjaga kebersihan.

Kepala Cabang SOLOPEDULI Wonogiri, Sumarno, mengatakan bahwa bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air akibat kekeringan.

dok.humas: Kepala Cabang Solopeduli Wonogiri, Sumarno Turun untuk Membantu Distribusi Air Bersih untuk Warga

“Melalui penyaluran air bersih ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak kekeringan. Air menjadi kebutuhan dasar, sehingga ketika sumber air mulai terbatas, masyarakat sangat membutuhkan bantuan seperti ini,” ujar Sumarno.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Cafe 2020 MDPL, para mitra, dan para donatur yang telah bersama-sama mendukung penyaluran air bersih ini. Dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kekeringan. Semoga sinergi dan kepedulian ini dapat terus terjaga sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat terbantu,” ujar Sumarno.

Melalui penyaluran ini, SOLOPEDULI berharap bantuan air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.

SOLOPEDULI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan, termasuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekeringan.

Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus dibangun agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari aksi kepedulian tersebut. Mari bersama SOLOPEDULI salurkan Air Bersih. (snk)