Musim kemarau membuat warga Dusun Bugelan RT 01/RW 05, Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong SOLOPEDULI bersama Solusi Wakaf dan BMT MUM Wonogiri membangun wakaf sumur untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat.
Pembangunan sumur dimulai pada Selasa (6/10/2026) di atas tanah wakaf milik Rimin, salah seorang warga setempat. Wakaf sumur tersebut menjadi wakaf sumur ke-21 yang dibangun SOLOPEDULI sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan.
Sumur wakaf ini nantinya akan dimanfaatkan oleh sekitar 60 kepala keluarga (KK) di Desa Bugelan. Karena lokasi sumur berada di kawasan yang lebih tinggi, air akan dialirkan menuju rumah-rumah warga melalui jaringan pipa sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk sebagai sumber air minum.
Warga Terpaksa Mengandalkan Air Sungai Saat Kemarau
dok.humas: Proses Pembangunan Wakaf Sumur SOLOPEDULI di Bugelan, Kismantoro, Wonogiri
Rimin mengatakan, sebelum adanya pembangunan sumur wakaf, warga mengandalkan sumur-sumur biasa dan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saat musim kemarau tiba, sebagian sumur warga mengering sehingga air sungai menjadi salah satu sumber air yang masih dapat digunakan.
“Warga biasanya mengambil air dari sungai dan sumur biasa. Akan tetapi, di musim kemarau seperti ini sumur sudah tidak ada. Kemudian kami menggunakan air dari sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Rimin.
Air sungai yang digunakan warga pun tidak dapat langsung dimanfaatkan. Masyarakat terlebih dahulu mengendapkan air sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kekeringan juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Mayoritas warga Desa Bugelan bekerja sebagai petani dan pekebun dengan komoditas seperti janggelan, cengkeh, temu, dan jagung. Namun, keterbatasan air membuat sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas pertanian.
“Ketika musim kemarau, kami yang sehari-hari bertani dan menanam janggelan kali ini tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada air sama sekali,” imbuh Rimin.
Wakaf Sumur Jadi Harapan Akses Air Bersih
dok.humas: Warga Desa Bugelan Antusias Melihat Pembangunan Wakaf Sumur
Desa Bugelan berada di kawasan pegunungan yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Timur. Meskipun berada di daerah pegunungan, ketersediaan air justru menjadi persoalan bagi masyarakat ketika musim kemarau berlangsung.
Rimin menuturkan, sejauh ini belum ada warga di wilayah tersebut yang memiliki sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat secara lebih memadai. Karena itu, pembangunan wakaf sumur menjadi harapan baru bagi warga untuk memperoleh sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dalam proses pembangunan, titik sumber air terlebih dahulu dicari oleh tenaga pembuat sumur dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah setempat.
“Kami sudah mencari di mana titik airnya. Biasanya, kalau di daerah ini, kisaran 50 meter sudah muncul air. Semoga cepat dan segera ditemukan sumbernya,” kata tukang sumur yang mengerjakan pembangunan tersebut.
Melalui wakaf sumur ini, SOLOPEDULI bersama Solusi Wakaf dan BMT MUM Wonogiri berupaya menghadirkan solusi atas persoalan keterbatasan air yang dihadapi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan sehari-hari, keberadaan sumur diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan kembali aktivitas pertanian dan perkebunan.
Pembangunan wakaf sumur ke-21 ini menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI dalam menghadirkan kemanfaatan wakaf secara langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.(snk)