SOLOPEDULI menyalurkan bantuan dalam program Santunan Kesehatan dan Paket Keluarga Bahagia kepada Rifai Nur Hasan, anak penderita penyakit jantung bawaan serius, pada Jumat (15/5/2026). Bantuan tersebut dihantarkan langsung oleh tim program SOLOPEDULI, Azizah dan Ivan, kepada keluarga Rifai dan diterima oleh sang ayah, Awan Salprianto di rumah Rifai di Dukuh Plumbon RT 02 RW 03, Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Di usianya yang masih belum genap lima tahun, Rifai harus berjuang melawan Tetralogy of Fallot (TOF), yakni penyakit jantung bawaan yang terdiri atas empat kelainan struktur jantung sejak lahir. Penyakit tersebut pertama kali diketahui ketika Rifai berusia sekitar 1,5 tahun. Saat itu, Rifai tiba-tiba mengalami kejang dan tidak sadarkan diri sehingga keluarga segera membawanya menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Rifai mengalami kelainan jantung serius yang membutuhkan penanganan intensif dan operasi secara bertahap. Rifai pun telah menjalani operasi jantung pertama. Namun, dalam waktu dekat ia harus kembali menjalani operasi jantung kedua di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mempertahankan kondisi kesehatannya.
Kondisi Rifai saat ini terus menurun. Ia tidak boleh terlalu lelah dan sering mengalami sesak napas ketika beraktivitas. Jika operasi kedua tidak segera dilakukan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatannya.
dok.humas: Rifai Ketika Menjalani Pengobatan di Rumah Sakit
Selain perjuangan melawan penyakit, keluarga Rifai juga dihadapkan pada keterbatasan ekonomi. Untuk menjalani operasi kedua, Rifai membutuhkan alat penunjang kesehatan berupa Contegra dengan biaya sekitar 40 juta yang belum dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Belum lagi kebutuhan biaya hidup dan pendampingan selama proses pengobatan di Jakarta yang menjadi beban berat bagi keluarga.
Ayah Rifai, Awan Salprianto, mengaku terus berusaha dan berharap anaknya dapat segera menjalani operasi agar memiliki kesempatan hidup yang lebih sehat.
“Kami hanya ingin Rifai bisa sehat dan tumbuh seperti anak-anak lainnya. Saat ini kami benar-benar membutuhkan bantuan untuk biaya operasi dan pengobatan Rifai. Terima kasih kepada SOLOPEDULI dan semua pihak yang sudah peduli dan mendukung perjuangan anak kami,” ujar Awan.
“Saya berharap Rifai bisa segera menjalani operasi lanjutan dan mendapatkan jantung yang sehat. Harapan terbesar saya, ia bisa kembali hidup normal, bersekolah, bermain, dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Saat ini, untuk bergerak sedikit saja Rifai sudah kelelahan dan sesak napas, sehingga lebih sering duduk dan beristirahat,” tambah ibunda Rifai penuh harap.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan Rifai, SOLOPEDULI juga membuka penggalangan donasi secara daring guna membantu biaya operasi dan pengobatan jantung Rifai. Bantuan dari para donatur diharapkan dapat menjadi jalan ikhtiar agar Rifai segera mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan dan kembali memiliki harapan untuk hidup lebih baik.(snk)