Dari Sudut Gelap Kota Solo, SOLOPEDULI Bagikan Abon Djoss Untuk Penyintas Tunawisma

SOLOPEDULI menyalurkan Abon Djoss, produk olahan qurban, kepada para penyintas tunawisma di wilayah Solo Raya pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026. Penyaluran dilakukan di sejumlah titik, di antaranya di sudut kawasan Pasar Gede dan sekitar Masjid Sheikh Zayed Solo.

Sejak pukul 03.00 WIB, tim program SOLOPEDULI mulai bergerak menyusuri sudut-sudut Kota Solo untuk menjangkau masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Di tengah dinginnya malam, banyak penyintas tunawisma terlihat beristirahat di emperan toko, becak, hingga trotoar dengan alas kardus bekas.

Mereka merupakan bagian dari masyarakat prasejahtera yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak, pengumpul barang rongsokan, hingga pekerja serabutan. Kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka harus bertahan hidup di ruang-ruang terbuka kota.

dok.humas: Penyaluran Abon Djoss untuk Penyintas Tunawisma Tukang Becak

Tim program SOLOPEDULI, Ivan, bersama relawan hadir membagikan Abon Djoss sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas dan berkelanjutan. Produk olahan qurban ini bernilai praktis dan mudah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.

Chief Program SOLOPEDULI, Megawati Nurjannah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen agar manfaat qurban dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“SOLOPEDULI berkomitmen menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas melalui Abon Djoss. Kami ingin produk olahan qurban ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa dan penyintas tunawisma di Solo Raya,” ujar Megawati Nurjannah.

Ia menambahkan, Abon Djoss hadir sebagai solusi distribusi qurban yang lebih fleksibel dan tahan lama sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun saat kondisi tanggap darurat.

Selain praktis, Abon Djoss juga diproduksi secara aman dan higienis sehingga layak dikonsumsi dalam jangka waktu lebih panjang. Kehadiran produk olahan qurban ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas tantangan distribusi daging qurban agar manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.

dok.humas: Penyaluran Abon Djoss untuk Penyintas Tunawisma Pekerja Serabutan

Melalui program Abon Djoss, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan manfaat qurban yang lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, mulai dari kaum dhuafa, penyintas tunawisma, hingga warga di daerah 3T dan wilayah terdampak bencana.

Mari hadirkan kebahagiaan qurban yang lebih bermakna bersama SOLOPEDULI. Salurkan qurban terbaik Sahabat Peduli dan jadikan setiap amanah qurban mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai pelosok negeri melalui program qurban olahan Abon Djoss SOLOPEDULI.(snk)