Di usia 17 tahun, seharusnya Khurina Ainun Azkya bisa menjalani hari-hari sekolah dengan penuh semangat bersama teman-temannya. Namun, remaja asal Dukuh Patran RT 17 RW 4, Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali itu justru harus berjuang melawan tumor di pinggang dan penyakit bronkitis yang dideritanya.
Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI melalui program Santunan Kesehatan menyalurkan bantuan untuk Khurina dan keluarganya pada Kamis (14/5/2026). Bantuan diberikan langsung di rumah Khurina sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera yang tengah berjuang menghadapi masalah kesehatan.
Tim Program SOLOPEDULI, Ivan, hadir mengunjungi keluarga Khurina dengan membawa “santunan kesehatan” serta paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga. Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, dan Abon Djoss SOLOPEDULI, produk olahan qurban praktis yang disalurkan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perjuangan Khurina tidaklah ringan. Pada Februari 2026 lalu, ia telah menjalani operasi tumor di bagian pinggang. Setelah operasi, dokter menyarankan agar Khurina tidak banyak melakukan aktivitas karena gerakan berlebih dapat memicu rasa sakit di tubuhnya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, Khurina juga harus menghadapi penyakit bronkitis yang telah lama dideritanya. Kondisi itu membuatnya sering mengalami sesak napas, terutama ketika tubuhnya kelelahan. Bahkan, ia harus rutin menjalani kontrol setiap dua minggu sekali di Poli THT RSUD Pandan Arang Boyolali.
Kondisi kesehatan Khurina turut berdampak pada perekonomian keluarga. Demi membiayai operasi dan pengobatan anaknya, kedua orang tua Khurina terpaksa meminjam uang ke koperasi. Hingga saat ini, mereka masih harus mencicil pembayaran utang setiap pekan.
Sri Widiati (42), ibu Khurina, sehari-hari hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Sementara sang ayah bekerja sebagai penjual serabi di pasar dengan penghasilan yang tidak menentu. Terkadang dagangannya ramai pembeli, namun tidak jarang juga sepi sehingga penghasilan keluarga sangat terbatas.
Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Khurina tetap berusaha menjalani aktivitas sekolahnya meski dalam kondisi terbatas. Namun, penyakit bronkitis yang dideritanya kerap mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuatnya harus lebih banyak menjaga kondisi tubuh.
Saat ditemui di rumahnya, Sri Widiati mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh SOLOPEDULI dan para donatur.
“Kami merasa ada harapan baru ketika SOLOPEDULI datang ke rumah. Kami merasa ada semangat dan dukungan untuk kesembuhan Khurina. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan semoga para donatur diberikan kesehatan,” ujarnya haru.
Melalui program Santunan Kesehatan, SOLOPEDULI terus berkomitmen membantu masyarakat prasejahtera di Jawa Tengah agar tetap mendapatkan dukungan kesehatan dan semangat untuk sembuh. Dukungan dari Sahabat Peduli diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga-keluarga yang tengah berjuang menghadapi ujian kesehatan dan keterbatasan ekonomi.(snk)