Gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di tenda-tenda pengungsian. Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI kembali hadir menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Dusun Kolikapa, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nageke, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan disalurkan pada Sabtu (29/08/2026) melalui relawan SOLOPEDULI yang berada di NTT dan dikomandani oleh Nafriqal. Warga yang mengungsi di tenda menerima bantuan makanan siap makan berupa Abon Djoss Domba, Abon Djoss Sapi, serta beras dan sembako.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi rumah yang rusak dan tidak lagi layak ditempati, kebutuhan pangan dan gizi menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus dipenuhi warga setiap hari.
dok.humas: Abon Djoss Sapi dan Domba Menjadi Makanan Bergizi yang Siap Dikonsumsi Anak-anak dan Warga Pengungsi Penyintas Gempa NTT
Relawan SOLOPEDULI di NTT, Nafriqal, mengatakan bahwa sebagian warga di Dusun Kolikapa hingga kini belum dapat kembali ke rumah karena bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.
“Sebagian rumah warga hancur dan sudah tidak layak huni. Karena itu, warga sementara tinggal di tenda-tenda pengungsian. Mereka juga mendirikan dapur darurat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” ujar Nafriqal.
Selain kebutuhan pangan, warga terdampak juga masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar lainnya. Berdasarkan pemantauan relawan di lokasi, warga membutuhkan selimut, obat antinyamuk, serta bahan makanan untuk menunjang kebutuhan selama berada di pengungsian.
Untuk kebutuhan jangka panjang, warga juga membutuhkan hunian sementara yang lebih aman. Salah satu alternatif yang diharapkan dapat dikembangkan adalah konsep rumah tumbuh menggunakan material kayu dan bambu yang disesuaikan dengan kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat terdampak.
Kondisi warga semakin memprihatinkan karena gempa susulan masih terjadi. Warga yang rumahnya masih berdiri dan dinilai layak ditempati pun tetap merasa khawatir untuk berada di dalam rumah, terutama ketika gempa terjadi pada malam hari saat mereka hendak beristirahat.
“Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan bantuan Abon Djoss Sapi dan Domba serta sembako dari SOLOPEDULI kepada warga terdampak. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan,” kata Nafriqal.
Salah satu warga yang menerima bantuan (anonim) juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan SOLOPEDULI yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak gempa.
“Terima kasih kepada orang-orang baik dan SOLOPEDULI atas bantuannya. Abon dan beras yang diberikan insyaallah sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah selalu menjaga kita semua. Aamiin,” ungkapnya.
dok.humas: Bantuan Berupa Makanan Siap Konsumsi, Abon disalurkan untuk Warga Dusun Kolikapa, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo
Chief Program Officer Solopeduli, Megawati Nurjanah, mengatakan bahwa bantuan untuk warga terdampak gempa Nagekeo tidak berhenti pada penyaluran pangan. SOLOPEDULI akan kembali mengirimkan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat secara bertahap sesuai hasil pemantauan di lapangan.
“Insyaallah, kami akan kembali mengirimkan bantuan berupa selimut, pakaian, makanan, kebutuhan anak-anak, perempuan, lansia, serta kebutuhan mendesak lainnya. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan warga di lokasi terdampak,” jelas Megawati.
SOLOPEDULI juga tengah merencanakan pengiriman bantuan melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) Adi Soemarmo. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pengiriman bantuan dalam jumlah lebih besar kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana dilakukan dalam penyaluran bantuan untuk korban bencana di Aceh sebelumnya.
“Selain bantuan tahap awal, kami juga sedang merencanakan pengiriman bantuan melalui kolaborasi dengan TNI AU Adi Soemarmo. Harapannya, bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga dan memenuhi kebutuhan mereka di tengah kondisi pascabencana,” tambah Megawati.
Melalui penyaluran bantuan ini, SOLOPEDULI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi darurat, tetapi juga memantau kebutuhan warga untuk mendukung proses pemulihan pascagempa.
SOLOPEDULI juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, mitra, relawan, dan seluruh pihak yang telah ikut membantu sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Nagekeo. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepedulian dan membantu warga melewati masa sulit pascabencana.(snk)