Terhimpit Ekonomi, SOLOPEDULI Bantu Ibu Tumiyatun Kembali Bangkit Dengan Pemberdayaan Roti Donat

Setiap keluarga memiliki perjuangan dan harapan untuk bangkit. Berangkat dari semangat tersebut, SOLOPEDULI melalui Tim Program, Azizah, menyalurkan Paket Keluarga Bahagia (PKB) sekaligus melaksanakan asesmen awal pemberdayaan kepada keluarga Ibu Tumiyatun di Kusumodilangan RT 01/RW 11, Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada Jumat (4/9/2026).

Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, penyaluran dan asesmen tersebut menjadi bagian dari upaya SOLOPEDULI untuk melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kondisi dan kemampuan keluarga.

Ibu Tumiyatun merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki keinginan kuat untuk kembali menjalankan usaha demi membantu meningkatkan penghasilan keluarganya. Sejak 2021, ia telah memiliki pengalaman membuat dan menjual roti donat. Pada awalnya, ia berjualan di depan rumah. Namun, lokasi rumah yang berada di gang sempit dan tidak banyak dilalui masyarakat membuat penjualannya belum dapat berkembang secara optimal.

Ia kemudian mencoba menjajakan roti donat secara berkeliling menggunakan beronjong sederhana. Seiring bertambahnya kebutuhan pengasuhan anak, aktivitas tersebut semakin sulit dilakukan karena Ibu Tumiyatun harus membawa perlengkapan jualan sekaligus memperhatikan kebutuhan anaknya.

Saat ini, usaha roti donat tersebut belum berjalan secara rutin dan masih mengandalkan pesanan dari saudara maupun orang-orang terdekat. Dalam kondisi tertentu, bahkan selama satu bulan tidak terdapat pesanan sehingga usaha tersebut belum mampu memberikan penghasilan yang stabil bagi keluarga.

Melalui asesmen yang dilakukan, SOLOPEDULI melihat adanya potensi usaha yang dapat dikembangkan. Ibu Tumiyatun memiliki harapan untuk kembali menekuni usaha roti donat dengan konsep berjualan menggunakan gerobak keliling. Dengan demikian, ia dapat menjangkau lokasi yang lebih strategis dan memiliki peluang untuk memperluas pasar.

“Saya ingin sekali bisa berjualan lagi dan mengembangkan usaha roti donat. Kalau bisa menggunakan gerobak, saya berharap dapat menjangkau lebih banyak pembeli. Saya ingin punya usaha yang bisa terus berjalan agar dapat membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan yang terbaik untuk anak,” tutur Ibu Tumiyatun.

dok.humas: Asesmen Pemberdayaan oleh Azizah, Tim Program SOLOPEDULI

Dari sisi ekonomi, suami Ibu Tumiyatun bekerja sebagai tukang parkir di sebuah toko dengan penghasilan sekitar Rp30.000 per hari. Untuk menambah penghasilan, ia juga terkadang mengumpulkan barang bekas yang masih bernilai jual di sekitar lingkungan tempat tinggal. Kondisi penghasilan yang terbatas dan belum stabil membuat keluarga tersebut membutuhkan sumber pendapatan tambahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan situasi keluarga.

Di tengah perjuangan ekonomi tersebut, keluarga Ibu Tumiyatun juga membutuhkan pendampingan dalam menjaga kondisi kesehatan mental. Ibu Tumiyatun bersama suami dan anaknya menjalani pengobatan serta kontrol rutin sesuai kebutuhan. Alhamdulillah, kondisi Ibu Tumiyatun saat ini semakin stabil dengan pengobatan yang dijalani secara rutin.

Anaknya yang berusia delapan tahun juga memiliki kebutuhan pendampingan khusus dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan pengasuhan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam merancang rencana pemberdayaan. Oleh karena itu, aktivitas usaha yang akan dikembangkan perlu bersifat fleksibel agar tetap dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan keluarga.

Melalui penyaluran Paket Keluarga Bahagia dan asesmen awal ini, SOLOPEDULI tidak hanya berupaya hadir dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya program pemberdayaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pendampingan akan diarahkan dengan mempertimbangkan potensi, pengalaman, serta kondisi keluarga agar ikhtiar untuk membangun kemandirian ekonomi dapat dilakukan secara bertahap.

SOLOPEDULI meyakini bahwa setiap keluarga memiliki kesempatan untuk bangkit ketika mendapatkan dukungan, ruang, dan kesempatan yang tepat. Dari sebuah pengalaman membuat roti donat dan harapan untuk kembali berjualan, Ibu Tumiyatun terus menyimpan semangat untuk melangkah maju, membangun usaha, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.(snk)